Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Merti Kali Code./Antara-Hendra Nurdiyansyah
Harianjogja.com, JOGJA- Melalui program Padat Karya Infrastruktur, Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja baru saja merampungkan pengerjaan sejumlah infrastuktur, salah satunya pada jalan cor blok sepanjang 161 meter di bantaran Kali Code, Kelurahan Kotabaru, Gondokusuman.
Kepala Dinas Koperasi UKM dan Nakertrans Kota Jogja, Lucy Irawati, menjelaskan pengerjaan di RT 21 RW 04 Kotabaru ini telah dimulai sejak Senin (5/8/2019) lalu dan selesai Senin (26/8/2019) kemarin dengan menghabiskan anggaran sebesar Rp124 juta yang diambil dari APBD.
Selain Kotabaru, dengan program yang sama pihaknya juga telah menyelesaikan pengerjaan infrastruktur di sejumlah lokasi lain, yakni Bener berupa Talut Sungai Widuri dengan volume 40 meter persegi, Prawirodirjan berupa Talut Sungai Code dengan volume 45 meter persegi.
"Masing-masing dialokasikan sebesar Rp129 juta. Ketiganya sudah selesai hari ini. Lalu satu lagi di Klitren masih menunggu persiapan dari sejumlah pihak. Keempat pengerjaan ini menggunakan mekanisme Bantuan Keuangan Khusus DIY total senilai Rp516 juta," ungkapnya.
Pengerjaan di empat lokasi ini merupakan realisasi program Padat Karya Infrastruktur tahap 2. Sementara tahap pertama telah selesai pada Mei lalu, meliputi dua lokasi, yakni cor blok di Giwangan dan Pandean. Pada tahap 1 ini Pemkot mengakokasikan APBD senilai Rp219 juta.
Ia mengungkapkan sejumlah permasalahan ditemui dalam program ini, diantatanya sulitnya akses lokasi di pengerjaan Prawirodirjan. Sementara di Kotabaru pihaknya dan warga harus mengangkti sampah yang menggunung di sekitar lokasi pengerjaan. "Dari hari pertama sampai tadi malam masih usung-usung sampah," katanya.
Lurah Kotabaru, Supardi, mengungkapkan lokasi itu memang dulunya merupakan lahan terbengkelai dan kerap dijadikan tempat pembuangan sampah. Baru pada 1990 sejumlah penjual bunga dari permukiman di lokasi yang sekarang Parkiran Abubakar Ali, dipindahkan dan membangun permukiman di situ.
Dengan adanya penataan ini ke depan ia berharap bisa dioptimalkan sebagai daya tarik wisatawan. "Sehingga warga bisa mengoptimalkan dengan wisata sungai, UMKM, dan kuliner. Kami sudah ngobrol dengan warga dan karangtaruna," ujarnya.
Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi, mengatakan penataan ini merupakan permintaan dari warga sekitar dua tahun yang lalu. Mereka berharap Pemkot bisa membuka jalan tembus sisi timur sungai code yang menghubungkan Jembatan Segoro Amarto ke Jembatan Gondolayu.
Meski demikian untuk mewujudkan rencana ini belum bisa dilakukan dalam waktu dekat karena bantaran sungai saat ini masih terhalang rumah-rumah warga. Maka ia mengimbau rmsejumlah rumah yang mepet sungai itu agar bisa mundur sebagai implementasi Mundur Munggah Madep Kali (M3K).
Ia mengungkapkan ide pembukaan jalan bantaran sungai ini dilatarbelakangi banyaknya turis asing yang ingin jalan-jalan menyusuri permukiman dan sungai. "Tamu Hotel Santika dan Melia kalau pagi atau sore jalan-jalan. Mereka ingin melihat originalitas kampung di Jogja," ujarnya.
Untuk menghubungkan jalan sampai tembus Jembatan Gondolayu, masih diperlukan pengerjaan sepanjang 1.000 meter. Selain terbentur permukiman warga yang mepet sungai, penataan juga terkendala kontur tanah berupa tebing di barat Masjid Syuhada.
Maka pihak kelurahan pun sebatas melanjutkan penataan sampai RT 18, dengan tetap mempertimbangkan aspek sosial, sebab terdapat sekitar 20 rumah yang posisinya berada di atas talut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Penyintas KDRT di Salatiga memilih bercerai demi anak setelah bertahun-tahun mengalami kekerasan dan kini bekerja di luar negeri.
Bus sekolah Gunungkidul kembali melayani antar jemput sejak 7 September setelah Pemkab menyiapkan tambahan anggaran Rp270 juta.
Cidro Asmoro tayang 8 Oktober di bioskop. Film ini membawa konsep Jawanisasi Modern dengan musik, drama dan komedi.
Menhub Dudy Purwagandhi menyebut aturan impor KRL merupakan kewenangan Kemendag dan KAI belum mengajukan usulan resmi.
WIG 2026 resmi dibuka di Solo. Solo dan Jogja menjadi pusat rangkaian untuk membawa gastronomi Indonesia menuju pengakuan global.