Target Pajak 11 Persen, Kemenkeu Hadapi Tantangan Global
Kemenkeu kejar target tax ratio 11 persen sesuai arahan Presiden Prabowo, namun dihadang tantangan ekonomi global.
Warga mengantre untuk mendapatkan bantuan air bersih dari Polsek Girimulyo di Dusun Ngaglik, Desa Purwosari, Kecamatan Girimulyo, Jumat (28/6/2019). /Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, KULONPROGO--Bantuan droping air dari APBD Provinsi DIY sudah disalurkan bagi warga Kulonprogo yang kekurangan air bersih. Total sampai akhir Agustus ini, bantuan dari APBD Provinsi DIY sudah disalurkan sebanyak 136 tangki.
Bantuan tersebut menambah jumlah droping air yang disalurkan Tim Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kulonprogo. Berdasarkan data dari Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A), selama Agustus ini, total droping air ke seluruh wilayah Kulonprogo yang kekurangan air bersih sebanyak 256 tangki dengan masing-masing tangki berkapasitas 5.000 liter.
"Ada dari APBD [Pemda DIY] sebanyak 136 tangki, ditambah CSR [Corporate Social Responsibility] sebanyak 120 tangki untuk bulan ini," ujar Kasi Perlindungan Sosial Korban Bencana Dinsos P3A Kulonprogo, Sumiyati pada Selasa (27/8/2019).
Bantuan droping air dari Pemda DIY datang sejak awal bulan ini. "Setiap tahun Dinsos DIY selalu mengalokasikan anggaran untuk mengantisipasi kekurangan air bersih atau kekeringan di musim kemarau. Bantuan diberikan pada tiga kabupaten yaitu Bantul, Kulonprogo dan Gunungkidul," tutur Sumiyati.
Mengingat musim kemarau yang masih berlangsung dan diperkirakan sampai Oktober nanti, kemungkinan droping air bersih akan terus dilakukan. Ia mengatakan, warga yang mengalami kekeringan dan membutuhkan bantuan air bersih selama musim kemarau bisa mengajukan droping air ke Pemkab Kulonprogo.
"Bisa mengajukan proposal, nanti diajukan ke Bupati. Ada tembusan dari pihak desa dan kalau bisa juga dari kecamatan agar mereka juga mengetahui masalah warga," ucap Sumiyati.
Ia mengatakan, sampai saat ini bantuan dari Pemkab Kulonprogo melalui APBD Kabupaten urung diberikan karena status kekeringan belum sampai darurat. "Saat ini yang masih kekurangan air bersih ada di beberapa wilayah seperti Samigaluh, sebagian desa di wilayah Girimulyo, sebagian desa wilayah Kokap, dan Nanggulan sebagian kecil," kata Sumiyati.
Apabila sudah ada status darurat, maka anggaran kedaruratan dari Pemkab Kulonprogo pun akan digunakan. Tahun ini anggaran kedaruratan disediakan sebanyak Rp3,6 miliar salah satunya untuk penanggulangan bencana.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo Ariadi mengatakan sebelumnya anggaran kedaruratan tersebut sudah digunakan untuk menanggulangi banjir Maret lalu. Kini, anggaran yang tersisa sebanyak Rp1,6 miliar. "Kalau untuk kekeringan di musim kemarau kami akan keluarkan apabila sudah dibutuhkan dan sudah ada status darurat," ujar Ariadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda DIY menargetkan pertumbuhan ekonomi 5,9-6,7 persen pada 2027. Angka kemiskinan ditargetkan turun hingga 8,5-9,5 persen melalui APBD sekitar Rp4,93 triliun
Korban meninggal akibat wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo mencapai 625 orang. Penyebaran kini meluas ke wilayah baru dan memicu kewaspadaan WHO.
Pria lebih cepat move on? Terapis ungkap itu hanya norma sosial. Pria proses internal, wanita eksternal, tapi waktu pemulihan tak beda signifikan.
Storage WhatsApp cepat penuh bisa membuat HP lemot dan memori cepat habis. Simak penyebab utama serta cara mudah membersihkan file besar di WhatsApp.
Spanyol vs Belgia di perempat final Piala Dunia 2026: rekor 5 kemenangan Spanyol, Rodri-Pedri-Yamal kunci, Belgia kehilangan Onana. De Bruyne harapan Belgia.