Dinsos DIY: Permintaan Dropping Air Belum Melonjak

Sejumlah warga Dusun Bulu, Desa Girimulyo, Kecamatan Girimulyo saat menerima bantuan air bersih, di wilayah setempat, Selasa (18/9/2018). - Harian Jogja/Uli Febriarni
02 Juli 2019 08:27 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Kepala Dinas Sosial (Dinsos) DIY Untung Sukaryadi mengatakan hingga kini permintaan dropping air masih belum ada lonjakan.

Meski begitu Untung mengaku Pemda DIY siap menggelontorkan dana bantuan sesuai kebutuhan di lapangan."Yang namanya bencana kemanusiaan, kami selalu siap. Tapi sampai saat ini permintaan dropping air masih wajar," katanya, Senin (1/7).

Dhony Kristanto, Ketua FK Tagana DIY mengatakan Tagana DIY menyiapkan setidaknya 750 tangki air bersih yang dialokasikan dari APBD DIY. Jumlah tangki yang disediakan, kata Dhony, disiapkan untuk membantu kebutuhan air bersih masyarakat di lokasi kekeringan.

"Kami konsentrasi untuk proses pendistribusian Juli dan Agustus. Masing-masing 375 tangki unik tiap bulannya," kata Dhony.

Jumlah tangki air bersih tersebut, lanjut dia, belum termasuk alokasi yang dianggarkan oleh APBN. Hal itu untuk mengantisipasi kekurangan pasokan air bersih. Sampai saat ini, pihaknya masih belum mendapatkan informasi besaran dana dari APBN yang disiapkan. "Sampai saat ini, tim kami sudah mendistribusikan air [bersih] sesuai pengajuan dari masyarakat. Untuk jumlahnya belum terdata," katanya.

Dia mengatakan masyarakat di daerah bencana kekeringan bisa mengajukan permintaan air bersih secara gratis. Hanya saja, sesuai prosedur pengajuannya harus melalui pemerintah desa masing-masing.

"Pengajuan harus melalui Pemdes agar tidak terjadi tumpang tindih. Dari pengajuan yang masuk, ada di empat kabupaten [Sleman, Kulonprogo, Gunungkidul dan Bantul]," katanya.