Kekeringan: Distribusi Air Bersih Pemkab Sleman Belum Maksimal
Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman dalam memenuhi kebutuhan air bersih di wilayah kekeringan belum maksimal.
Ilustrasi. /Antara
Harianjogja.com, SLEMAN- Seorang guru SD di salah satu sekolah negeri di Kecamatan Seyegan, Sleman berinisial SU dilaporkan orang tua siswa ke Polres Sleman. SU dilaporkan karena diduga melakukan perbuatan cabul kepada 10 siswa saat mengikuti perkemahan memperingati Hari Pramuka beberapa waktu lalu.
Salah satu orang tua korban yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan, peristiwa dugaan pencabulan tersebut bermula saat murid kelas enam di SD tersebut melakukan kegiatan perkemahan selama tiga pada pertengahan Agustus di wilayah Tempel, Sleman.
“Saya ke sana pada tanggal 14. Saya nanya ke anak-anak. Tadi malam bisa tidur tidak? Lalu dijawab tidak bisa karena ada pak guru di tenda,” kata salah satu orang tua korban kepada Harianjogja.com, Selasa (10/9/2019).
Lalu, karena curiga, ia pun bertanya kepada siswa apa yang dilakukan guru tersebut kepada mereka. Dari pengakuan beberapa siswa, ada siswa yang mengaku di pegang payudara dan kemaluannya oleh oknum guru tersebut.
“Habis kejadian kemah saya bersama orang tua lainnya langsung melaporkan ke kepala sekolah,” ucap dia.
Namun, saat ditunggu beberapa hari, belum ada tindakan dari sekolah. Salah satu orang tua korban lainnya pun melaporkan hal tersebut ke UPT Pelayanan Pendidikan, akhirnya di dilakukan pertemuan antara orang tua korban, sekolah, pihak UPT, Polsek Setempat, serta Oknum guru yang diduga melakukan pencabulan.
“Saat pertemuan orang tua korban mengamuk dan marah-marah. Dan guru tersebut diamankan. Pihak UPT pun menyarankan untuk melapor ke Polres Sleman,” ucap dia.
Salah satu orang tua korban pun membuat laporan ke Polres Sleman pada Kamis (22/8/2019) atas nama empat orang korban untuk mewakili total 10 korban.
“Setelah kejadian pencabulan tersebut, oknum guru yang merupakan wali kelas enam tersebut tidak aktif mengajar lagi. Namun beberapa hari ini, guru tersebut datang lagi ke sekolah,” ucap dia.
Dari Laporan Polisi bernomor LP/592/VII/2019/SPKT tertanggal 22 Agustus yang diterima Harianjogja.com, ada empat orang yang menjadi korban dugaan tindak pidana pencabulan tersebut.
Dikonformasi terpisah, KBO Reskrim Polres Sleman Iptu Bowo Susilo membenarkan adanya laporan polisi terkait dugaan pencabulan yang dilakukan salah satu oknum guru salah satu SD Negeri di Seyegan. Saat ini, kata dia, proses pemeriksaan masih berlangsung. Beberapa saksi juga sudah dipanggil.
Laporan sudah diterima unit PPA, sekarang masih proses penyelidikan dengan memeriksa saksi," ujar Iptu Bowo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman dalam memenuhi kebutuhan air bersih di wilayah kekeringan belum maksimal.
Jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 dan perjalanan sejak pagi.
Barcelona gagal mencapai 100 poin usai kalah dari Deportivo Alaves. Hansi Flick tetap puas dengan performa pemain muda Blaugrana.
Jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Polres Kudus mengamankan lima pemuda yang membawa senjata tajam saat menggeruduk kompleks perumahan di Kecamatan Bae.
KAI Commuter menambah 4 perjalanan KRL Jogja-Palur selama libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 14–17 Mei 2026.