Semarak Milad Muhammadiyah ke-113, Aisyiyah Trirenggo Gelar Gowes
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Para pedagang pasar di Bantul berfoto bersama di Pasar Manis Purwokerto, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu./Istimewa-Dokumentasi Disdag Bantul
Harianjogja.com, BANTUL—Sebanyak 100 pedagang pasar yang tergabung dalam Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Bantul mengunjungi Pasar Manis Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah. Kunjungan yang difasilitasi Dinas Perdagangan (Disdag) Bantul itu merupakan bagian dari penguatan paguyuban pedagang.
Kepala Bidang Pengembangan Pasar Dinas Perdagangan Bantul, Arum Bidayati mengatakan 100 pedagang yang ikut dalam kunjungam merupakan perwakilan dari tiap pasar trasiaional di Bantul. Semuanya masuk dalam paguyuban pedagang yang tergabung dalam APPSI se-Bantul.
Kunjungan digelar selama sehari pada 29 Agustus lalu. Para pedagang langsung berkunjung ke Pasar Manis. "Di Pasar Manis mereka berinteraksi langsung dengan pedagang di sana. Belajar dalam penataan dan pelayanan," kata Arum, Kamis (19/9/2019).
Arum mengatakan alasan mengunjungi Pasar Manis karena pasar tersebut merupakan salah satu pasar yang bersertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI). Pelayanan pada pembeli di sana juga cukup bagus dan pembeli disediakan troli meski pasar tradisional. Pasar itu juga sudah menerapkan pembayaran retribusi secara elektronik.
Selain mengunjungi pasar, Disdag Bantul juga mengajak para pedagang untuk outbound di kawasan wisata Guci di Kabupaten Tegal. "Outbound ini untuk membangun kekompakan di antara para pedagang," ujar Arum.
Salah satu pedagang, Maryanta, 54, mengaku belajar banyak dari kunjungan tersebut. Pengurus APPSI Pasar Ngipik, Potorono, Kecamatan Banguntapan, Bantul ini mengatakan penataan pedagang di Pasar Manis sangat bagus, pembagian zonasi juga cukup bagus sehingga tidak tercampur antara sayuran dan pakaian. "Di sana kiosnya seragam dan ada zonasi produk, " kata dia.
APPSI Pasar Ngipik, diakui dia bersama paguyuban juga tengah menata pasar. Soal keamanan juga mulai terjamin dan pedagang diwajibkan untuk membersihkan kiosnya masing-masing sebelum pulang meninggalkan kios.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Kulonprogo gabungkan OPD akibat kekurangan ASN. Sebanyak 345 PNS pensiun, rekrutmen minim, birokrasi dirampingkan.
Dosen UNISA Jogja jadi dosen tamu di UKM Malaysia, kupas kesehatan mental, otak, hingga isu bunuh diri lintas disiplin.
Indonesia jadi target baru sindikat judi online dan scam internasional. 320 WNA ditangkap di Jakarta, DPR minta pengawasan diperketat.
Google menghadirkan Quick Share yang bisa terhubung ke AirDrop. Cek daftar HP Android yang kebagian fitur ini dan cara kerjanya.
Jaksa mengungkap dugaan skema organisasi bayangan dan konflik kepentingan dalam kasus Chromebook yang menjerat Nadiem Makarim. Tuntutan mencapai Rp5,67 triliun.