Krisis Air Bersih Mengancam, Gunungkidul Petakan Sumber Air Baru
BPBD Gunungkidul memetakan sumber air baru di daerah kekeringan sebagai solusi jangka panjang bagi warga yang terdampak musim kemarau.
Ilustrasi BPNT./Bisnis Indonesia
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Anggota DPRD Gunungkidul, Heri Nugroho, meminta Pemkab memantau penyaluran beras Bulog dalam program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Pemantauan dan pengawasan dibutuhkan agar beras yang disalurkan benar-benar berkualitas dan layak konsumsi.
“Dulu pernah ada koordinasi dengan Dinas Sosial dan saya langsung ingatkan agar kualitas beras yang disalurkan benar-benar dijaga. Jangan sampai beras tidak layak tetap disalurkan,” kata Heri, Jumat (20/9/2019).
Menurut dia untuk memastikan beras yang disalurkan layak konsumsi, salah satunya dengan memaksimalkan fungsi pengawasan. “Saya khawatir ada stok lama yang tetap disalurkan. Jadi ini harus diantisipasi,” katanya.
Heri menuturkan di Gunungkidul sudah banyak pengalaman buruk terkait dengan penyaluran beras dari Bulog. Hal ini terlihat dalam proses penyaluran beras untuk warga miskin (raskin) yang kemudian berganti nama menjadi beras sejahtera (rastra). “Dulu sempat ada kasus beras berkutu tetap disalurkan. Jangan sampai kejadian ini terulang dan kalau terjadi lagi, maka saya siap berteriak pertama kali,” katanya.
Dia berharap Dinsos Gunungkidul benar-benar memantau sehingga proses penyaluran BPNT dapat berjalan dengan baik. “Sebelumnya saat ada temuan beras bermasalah langsung diganti. Ini bagus, tapi yang terpenting adalah komitmen dari Bulog untuk menjaga kualitas beras yang disalurkan sehingga tidak ada masyarakat yang dirugikan,” katanya.
Kepala Dinas Sosial Gunungkidul, Siwi Iriyanti, mengatakan di Gunungkidul tercatat ada 88.267 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) program BPNT. Setiap bulan warga menerima uang Rp110.000. Uang ini dapat digunakan untuk membeli beras dan telur di warung-warung yang ditunjuk.
Menurut dia di dalam penyaluran komoditas beras akan bekerja sama dengan Bulog. Guna memastikan beras yang disalurkan benar-benar berkualitas, Dinsos menyiapkan petugas penerima aduan. “Kalau ada beras yang tidak berkualitas, maka kami meminta Bulog untuk mengganti dengan beras yang layak konsumsi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul memetakan sumber air baru di daerah kekeringan sebagai solusi jangka panjang bagi warga yang terdampak musim kemarau.
Bocoran iPhone 18 Pro dan Pro Max mengungkap kamera variable aperture, chip 2 nm, baterai lebih besar, hingga perkiraan harga.
Kemenag Kota Cirebon memblokir nomor seri 177 blangko buku nikah yang dicuri di KUA Kesambi agar tidak bisa disalahgunakan.
Kemensos mencoret 880 penerima bansos di Sukoharjo yang terindikasi bermain judi online. DPRD meminta langkah tegas menjadi efek jera.
DPRD Bantul meminta seleksi Pilur 2026 berlangsung transparan dan objektif jika bakal calon lurah melebihi lima orang di satu kalurahan.
Kepala BPIP Yudian Wahyudi meminta perguruan tinggi mengintegrasikan sains, agama, dan Pancasila untuk mencetak SDM unggul.