Serapan Pupuk Bersubsidi di DIY Tembus 90 Persen
Realisasi penebusan pupuk bersubsidi di DIY disebut mencapai 90% dari total alokasi tahun ini sebesar 75.049 ton.
Ilustrasi DPRD
Harianjogja.com, BANTUL—Sekitar 193 warga yang telah mengajukan diri sebagai calon penerima bantuan Padat Karya mengancam akan menggeruduk Kantor Bupati Bantul. Bahkan secara terang-terangan aksi itu bakal dipimpin langsung oleh salah satu anggota DPRD Bantul, Supriyono.
Seperti diketahui, sejak awal Supriyono dan sejumlah warga yang sudah mengajukan bantuan Padat Karya kecewa lantaran sejak tahun lalu, program itu belum juga jelas kapan akan direalisasikan. Bahkan Pemkab Bantul belakangan mengakui bahwa lelang atas program senilai Rp19,3 miliar itu telah tiga kali mengalami kegagalan.
Akibatnya, tahun ini program tersebut terancam batal lantaran masa lelang melalui APBD Murni Bantul 2019 sudah mepet. “Jangan sampai kelompok masyarakat menuding kami [anggota DPRD Bantul] ikut andil tidak terlaksananya program Padat Karya. Saya akan dukung sepenuhnya aspirasi masyarakat ini [protes warga soal Padat Karya]," kata Supriyono kepada Harianjogja.com, Minggu (22/9/2019).
Dia mengatakan program yang dikomandoi oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bantul sejatinya setiap tahun pasti ada dan selalu terlaksana melalui kelompok masyarakat. "Baru tahun ini gagal terlaksana. Itulah sebabnya, saya banyak mendapatkan pertanyaan dari kelompok masyarakat soal program tersebut,” ucap dia.
Sayangnya, hingga kini belum ada penjelasan resmi dari Pemkab Bantul soal kelanjutan program itu. Sejauh ini, kata dia, masyarakat hanya mengetahui dari media massa. Oleh sebab itu, melalui aksi yang dilakukan warga ke Kantor Bupati Bantul, agenda utamanya adalah untuk menanyakan kejelasan program tersebut.
Rencananya, selain Kantor Bupati Bantul, instansi yang bakal didatangi oleh warga adalah Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) selaku penanggung jawab program sekaligus pengguna anggaran, "Kami juga akan ke Inspektorat, bagaimana pengawasan selama ini? Kemungkinan ke Kejaksaan Negeri Bantul juga, " ujar Supriyono.
Politikus Partai Bulan Bintang itu mengaku ada yang tidak beres dalam proses lelang karena sejak beberapa tahun terakhir baru kali ini gagal. Seharusnya, kata Supriyono, jika kegagalan pertama dan kedua menjadi pembelajaran untuk perbaikan lelang selanjutnya selama syarat lelang tidak ada perubahan.
Dia juga menyayangkan belum adanya iktikad dari Pemkab untuk menyelesaikan persoalan tersebut. “Buktinya selama ini tidak ada informasi lengkap disampaikan ke kelompok masyarakat terkait dengan alasan kegagalan dan kepastian apakah Padat Karya tahun ini berlanjut atau tidak.
Umar Afandi, salah satu Ketua kelompok masyarakat di Dusun Sambeng III, Desa Poncosari, Kecamatan Srandakan, Bantul mengatakan untuk program Padat Karya di Dusun Sambeng III, warga sudah mengajukan kegiatan perbaikan jalan kampung.
Proposal diajukan pada tahun lalu dan sudah disetujui sebesar Rp100 juta. Umar bersama masyarakat sudah mempersiapkan diri tenaga dan peralatan pengecoran. "Kami bersama Pokmas lainnya akan menanyakan langsung bersama-sama ke kantor Bupati Bantul. Kemungkinan pekan depan," kata Umar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Realisasi penebusan pupuk bersubsidi di DIY disebut mencapai 90% dari total alokasi tahun ini sebesar 75.049 ton.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 17 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta, tersedia keberangkatan pagi sampai malam hari.
Manchester City juara Piala FA 2026 setelah mengalahkan Chelsea 1-0 di final Wembley lewat gol Antoine Semenyo.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 17 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, tersedia keberangkatan pagi sampai malam.
Pelatih PSIM Yogyakarta Jean-Paul van Gastel menargetkan kemenangan saat menghadapi Madura United di Stadion Sultan Agung Bantul.
Toyota mencatat permintaan Veloz Hybrid menembus 10 ribu unit di tengah kenaikan harga BBM dan meningkatnya minat mobil hemat bahan bakar.