Bocah Hilang Terseret Ombak di Bantul, SAR Lanjutkan Pencarian Besok
Anak 8 tahun terseret ombak di Pantai Gua Cemara Bantul. Tim SAR lanjutkan pencarian esok hari.
Deklarasi Pengurangan Pemanfaatan Plastik oleh seluruh pengurus GNI Berbangsa di Galery Saptohoedojo Jogja, Sabtu (21/9/2019). /Harian Jogja- Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, JOGJA- Green Network Indonesia (GNI) Berbangsa meminta masyarakat untuk beraksi mengurangi sampah plastik. Selain menjadi komitmen kebangsaan, hal itu dilakukan sebagai bentuk pelestarian alam dan lingkungan.
Ketua Umum GNI-Berbangsa Transtoto Handadhari mengatakan aturan soal penggunaan sampah plastik perlu segera ditegakkan untuk menyelamatkan bumi. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi sampah plastik adalah memberikan edukasi kepada masyarakat.
"Kami juga terus berupaya menyelamatkan dan merawat bumi, alam dan lingkungan secara jujur, no cheating, tanpa kecurangan. Kami mendorong masyarakat untuk menggunakan bahan daur ulang," katanya usai perayaan HUT ke 10 GNI Berbangsa dan Deklarasi Pengurangan Pemanfaatan Plastik di Galery Saptohoedojo Jogja, Sabtu (21/9/2019).
Masyarakat belum memahami sampah plastik bisa membahayakan lingkungan. Penggunaan plastik di Indonesia setiap tahun dilaporkan rata-rata 100 miliar kantong. Artinya, setiap orang menggunakan setidaknya 700 kantong plastik per tahunnya atau dua kantong plastik dalam sehari.
Berdasarkan data yang ada, Indonesia berada di peringkat kedua dunia penghasil sampah plastik ke laut yang mencapai sebesar 187,2 juta ton setelah Cina yang mencapai 262,9 juta ton.
"Pengetahuan mengenai bahaya plastik kepada masyarakat dan dampaknya bagi lingkungan oleh terus dilakukan. Kami berharap tumbuh kesadaran untuk mengelola sampah terutama sampah plastik, menguranginya, untuk kelestarian alam," katanya.
Ketua Harian Perkumpulan Rudhito Widagdo mengatakan, basis dari GNI berkenaan dengan kehidupan berbangsa menuju Indonesia yang bersatu, bermartabat dan sejahtera. Edukasi kebangsaan maupun lingkungan dan kesejahteraan dilakukan melalui media seni budaya. "Kami sedang menyiapkan channel stasiun televisi agar visi misi kami lebih luas diketahui masyarakat. Soal geo politik, menyesuaikan dengan arah kebijakan perpolitikan yang bermanfaat untuk rakyat," katanya.
Direktur Program dan Pemantauan GNI Berbangsa Petrus Gunarso mengatakan meskipun memiliki program yang luas GNI Berbangsa memiliki prioritas kegiatan yang dipertimbangkan paling efektif untuk dilakukan. Dalam hal kesejahteraan masyarakat, mereka lebih berkiprah di wilayah yang jauh dari jangkauan pemerintah.
"Seperti di wilayah perbatasan, sekitar hutan, baik di Sumba, NTT maupun Kalimantan Utara. Dalam waktu dekat kami akan bekerja sama dengan berbagai lembaga di dalam maupun luar negeri," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Anak 8 tahun terseret ombak di Pantai Gua Cemara Bantul. Tim SAR lanjutkan pencarian esok hari.
Penjualan seragam sekolah di Jogja melonjak menjelang tahun ajaran baru. Omzet toko mencapai Rp15 juta per hari seiring membludaknya pembeli.
Perempuan Bangsa DIY menggelar Muswil sebagai langkah awal konsolidasi organisasi dan penguatan kader untuk menghadapi Pemilu 2029.
Ketua Banggar DPR memastikan Transfer ke Daerah (TKD) 2027 tidak turun dan berpotensi melampaui alokasi Rp649 triliun pada 2026.
Erick Thohir menjelaskan alasan Oxford United absen di Piala Presiden 2026. Turnamen kini diikuti delapan tim, termasuk tiga klub luar negeri.
Gerbang Tol Trihanggo Tol Jogja-Solo mulai dibangun. Desainnya mengusung siluet Situs Kraton Ratu Boko dan ornamen Aksara Jawa.