Merawat Bumi Harus Dilakukan Dengan Jujur Tanpa Kecurangan

Deklarasi Pengurangan Pemanfaatan Plastik oleh seluruh pengurus GNI Berbangsa di Galery Saptohoedojo Jogja, Sabtu (21/9/2019). - Harian Jogja/ Abdul Hamid Razak
22 September 2019 14:17 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Green Network Indonesia (GNI) Berbangsa meminta masyarakat untuk beraksi mengurangi sampah plastik. Selain menjadi komitmen kebangsaan, hal itu dilakukan sebagai bentuk pelestarian alam dan lingkungan.

Ketua Umum GNI-Berbangsa Transtoto Handadhari mengatakan aturan soal penggunaan sampah plastik perlu segera ditegakkan untuk menyelamatkan bumi. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi sampah plastik adalah memberikan edukasi kepada masyarakat.

"Kami juga terus berupaya menyelamatkan dan merawat bumi, alam dan lingkungan secara jujur, no cheating, tanpa kecurangan. Kami mendorong masyarakat untuk menggunakan bahan daur ulang," katanya usai perayaan HUT ke 10 GNI Berbangsa dan Deklarasi Pengurangan Pemanfaatan Plastik di Galery Saptohoedojo Jogja, Sabtu (21/9/2019).

Masyarakat belum memahami sampah plastik bisa membahayakan lingkungan. Penggunaan plastik di Indonesia setiap tahun dilaporkan rata-rata 100 miliar kantong. Artinya, setiap orang menggunakan setidaknya 700 kantong plastik per tahunnya atau dua kantong plastik dalam sehari.

Berdasarkan data yang ada, Indonesia berada di peringkat kedua dunia penghasil sampah plastik ke laut yang mencapai sebesar 187,2 juta ton setelah Cina yang mencapai 262,9 juta ton.

"Pengetahuan mengenai bahaya plastik kepada masyarakat dan dampaknya bagi lingkungan oleh terus dilakukan. Kami berharap tumbuh kesadaran untuk mengelola sampah terutama sampah plastik, menguranginya, untuk kelestarian alam," katanya.

Ketua Harian Perkumpulan Rudhito Widagdo mengatakan, basis dari GNI berkenaan dengan kehidupan berbangsa menuju Indonesia yang bersatu, bermartabat dan sejahtera. Edukasi kebangsaan maupun lingkungan dan kesejahteraan dilakukan melalui media seni budaya. "Kami sedang menyiapkan channel stasiun televisi agar visi misi kami lebih luas diketahui masyarakat. Soal geo politik, menyesuaikan dengan arah kebijakan perpolitikan yang bermanfaat untuk rakyat," katanya.

Direktur Program dan Pemantauan GNI Berbangsa Petrus Gunarso mengatakan meskipun memiliki program yang luas GNI Berbangsa memiliki prioritas kegiatan yang dipertimbangkan paling efektif untuk dilakukan. Dalam hal kesejahteraan masyarakat, mereka lebih berkiprah di wilayah yang jauh dari jangkauan pemerintah.

"Seperti di wilayah perbatasan, sekitar hutan, baik di Sumba, NTT maupun Kalimantan Utara. Dalam waktu dekat kami akan bekerja sama dengan berbagai lembaga di dalam maupun luar negeri," katanya.