PDAM Sleman Petakan Wilayah Rawan Air Hadapi Kemarau Panjang
PDAM Sleman petakan wilayah rawan air saat kemarau 2026. Godean hingga Pakem berpotensi alami tekanan rendah.
Deklarasi Pengurangan Pemanfaatan Plastik oleh seluruh pengurus GNI Berbangsa di Galery Saptohoedojo Jogja, Sabtu (21/9/2019). /Harian Jogja- Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, JOGJA- Green Network Indonesia (GNI) Berbangsa meminta masyarakat untuk beraksi mengurangi sampah plastik. Selain menjadi komitmen kebangsaan, hal itu dilakukan sebagai bentuk pelestarian alam dan lingkungan.
Ketua Umum GNI-Berbangsa Transtoto Handadhari mengatakan aturan soal penggunaan sampah plastik perlu segera ditegakkan untuk menyelamatkan bumi. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi sampah plastik adalah memberikan edukasi kepada masyarakat.
"Kami juga terus berupaya menyelamatkan dan merawat bumi, alam dan lingkungan secara jujur, no cheating, tanpa kecurangan. Kami mendorong masyarakat untuk menggunakan bahan daur ulang," katanya usai perayaan HUT ke 10 GNI Berbangsa dan Deklarasi Pengurangan Pemanfaatan Plastik di Galery Saptohoedojo Jogja, Sabtu (21/9/2019).
Masyarakat belum memahami sampah plastik bisa membahayakan lingkungan. Penggunaan plastik di Indonesia setiap tahun dilaporkan rata-rata 100 miliar kantong. Artinya, setiap orang menggunakan setidaknya 700 kantong plastik per tahunnya atau dua kantong plastik dalam sehari.
Berdasarkan data yang ada, Indonesia berada di peringkat kedua dunia penghasil sampah plastik ke laut yang mencapai sebesar 187,2 juta ton setelah Cina yang mencapai 262,9 juta ton.
"Pengetahuan mengenai bahaya plastik kepada masyarakat dan dampaknya bagi lingkungan oleh terus dilakukan. Kami berharap tumbuh kesadaran untuk mengelola sampah terutama sampah plastik, menguranginya, untuk kelestarian alam," katanya.
Ketua Harian Perkumpulan Rudhito Widagdo mengatakan, basis dari GNI berkenaan dengan kehidupan berbangsa menuju Indonesia yang bersatu, bermartabat dan sejahtera. Edukasi kebangsaan maupun lingkungan dan kesejahteraan dilakukan melalui media seni budaya. "Kami sedang menyiapkan channel stasiun televisi agar visi misi kami lebih luas diketahui masyarakat. Soal geo politik, menyesuaikan dengan arah kebijakan perpolitikan yang bermanfaat untuk rakyat," katanya.
Direktur Program dan Pemantauan GNI Berbangsa Petrus Gunarso mengatakan meskipun memiliki program yang luas GNI Berbangsa memiliki prioritas kegiatan yang dipertimbangkan paling efektif untuk dilakukan. Dalam hal kesejahteraan masyarakat, mereka lebih berkiprah di wilayah yang jauh dari jangkauan pemerintah.
"Seperti di wilayah perbatasan, sekitar hutan, baik di Sumba, NTT maupun Kalimantan Utara. Dalam waktu dekat kami akan bekerja sama dengan berbagai lembaga di dalam maupun luar negeri," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PDAM Sleman petakan wilayah rawan air saat kemarau 2026. Godean hingga Pakem berpotensi alami tekanan rendah.
Pencegahan stunting tidak hanya difokuskan pada anak, karena ibu juga harus mendapat perhatian.
PAD wisata Bantul baru Rp8,4 miliar hingga Mei 2026, turun dari tahun lalu. Faktor ekonomi dan kunjungan jadi penyebab.
DPAD DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Menjadi Pemuda di Zaman yang Tak Mudah di Rompok Ndeso, Kuwaru RT 02, Kalurahan Poncosari, Bantul.
Wali Kota Jogja Hasto dorong kampung wisata jadi ruang belajar. Turis asing diusulkan ikut mengajar anak-anak.
Jadwal KRL Solo–Jogja Jumat 22 Mei 2026 kembali normal. Cek jam keberangkatan lengkap dari Palur hingga Tugu Jogja.