Hari Pertama Bulan Tertib Jalan, Satpol PP DIY Bongkar Ratusan Reklame Ilegal
Petugas Satpol PP DIY menertibkan setidaknya ratusan buah sampah visual berupa spanduk, banner, dan rontek tak berizin di tiga titik.
Kuasa hukum menunjukkan berkas laporan di Mapolres Kulonprogo, Kecamatan Pengasih, pada Kamis (19/9/2019)./Harian Jogja-Fahmi Ahmad Burhan
Harianjogja.com, KULONPROGO—Setelah menerima laporan dugaan penganiayaan siswa salah satu sekolah menengah kejuruan di Kulonprogo, Polres Kulonprogo berencana memanggil pelajar yang diduga menganiaya korban.
Kepala Satuan Reskrim Polres Kulonprogo Ajun Komisaris Polisi Ngadi menuturkan setelah laporan dugaan adanya penganiayaan masuk. Lalu, keesokan harinya baik pelapor maupun saksi dari pelapor diperiksa.
“Polisi masih mendalami dan memeriksa saksi. Rencana terlapor juga segera dipanggil,” ungkapnya, Sabtu (21/9).
Ngadi menyebutkan terlapor yang akan dipanggil sebanyak lima orang sesuai dengan jumlah yang ada di laporan, yaitu VFP, WO, AA, BM dan HS.
Polres belum bisa memperkirakan kapan akan memanggil terlapor dikarenakan semua terlapor merupakan pelajar sehingga Polres akan menyesuaikan dengan kegiatan pembelajaran di sekolah terlapor dan tidak akan mengganggu aktivitas belajar terlapor.
Menurut Ngadi, pasal yang disangkakan pada terlapor baru sebatas penganiayaan sesuai dengan Pasal 351 KUHP. “Bisa saja pasal berlapis karena korban masih di bawah umur tetapi nanti lihat dalam pengembangannya seperti apa,” tuturnya.
Sebelumnya, orang tua korban melaporkan adanya dugaan penganiayaan yang terjadi pada anaknya, MD, 15, oleh senior di sekolah. MD mengaku karena ketahuan merokok, ia dihukum oleh senior dengan didorong ke tembok di sebuah kelas saat istirahat sekolah, lalu dipukul dan ditendang.
Akibat penganiayaan itu, MD mengaku mengalami gangguan pendengaran dan sesak di dadanya. Kuasa hukum pelapor, Ariyawan Arditama, mengatakan meski MD mengaku ada lebih dari lima orang yang menganiayanya, bahkan sampai 10 orang, tetapi pelapor hanya melaporkan lima orang karena lima orang tersebut yang diketahui identitasnya dengan pasti.
Ariyawan mengatakan sebelumnya upaya persuasi sudah dilakukan antara orang tua MD dan sekolah namun karena tidak puas, orang tua melaporkan kejadian itu ke polisi. Barang bukti sudah disiapkan pelapor termasuk hasil pemeriksaan kesehatan pada MD.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Petugas Satpol PP DIY menertibkan setidaknya ratusan buah sampah visual berupa spanduk, banner, dan rontek tak berizin di tiga titik.
Rey’s Mediterranean Kitchen resmi buka di Jogja dengan konsep colorful dan menu khas Mediterania, western, hingga Timur Tengah.
Sapi kurban Presiden Prabowo asal Gunungkidul habiskan biaya pakan Rp80.000 per hari. Sapi simmental itu berbobot lebih dari 1 ton.
Prabowo menghadiri panen raya jagung nasional, groundbreaking gudang pangan Polri, dan peluncuran 166 SPPG pendukung MBG di Tuban.
BMKG memperingatkan potensi hujan ringan hingga sedang disertai angin kencang di sejumlah wilayah Sumatera Utara pada Minggu.
Prabowo menyebut Program MBG dapat memutar uang hingga Rp10,8 miliar per desa setiap tahun untuk menggerakkan ekonomi rakyat.