Revitalisasi 131 Sekolah Gunungkidul, DPRD Ingatkan Kualitas Bangunan
DPRD Gunungkidul mendukung revitalisasi 131 sekolah pada 2026. Dewan meminta kualitas bangunan dijaga dan mendorong penggunaan kayu jati warga.
Sukiman, salah seorang petani di Dusun Bendo, Desa Sumberejo, Kecamatan Semin, menyirami tanaman bawang merah di lahan miliknya, Sabtu (6/7/2019)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Memasuki masa panen, petani bawang merah di Gunungkidul resah lantaran harga yang terus turun. Penurunan harga dikhawatirkan memengaruhi penghasilan. Mereka berharap harga jual bisa stabil sehingga tidak ada yang dirugikan.
Salah seorang petani bawang merah di Desa Putat, Kecamatan Patuk, Suyanto, mengatakan hasil panen bawang merah saat ini sangat bagus karena tanaman dapat berkembang optimal. Meski demikian, ada kekhwatiran dari para petani terkait dengan harga jual yang cenderung turung saat panen.
Dia mengakui harga jual bawang merah saat ini berkisar Rp10.000 per kilogram. Menurut Suyanto penurunan harga salah satunya dipcu stok di pasaran yang melimpah. “Mudah-mudahan tidak semakin turun sehingga kami tidak merugi,” katanya kepada wartawan, Selasa (24/9/2019).
Guna mengantisipasi harga yang terus turun, dia mengambil langkah dengan menyimpan panen untuk sementara waktu. Selain menunggu harga yang lebih baik, proses penyimpanan dilakukan untuk mengurangi kadar air sehingga bawang merah lebih berkualitas. “Kami juga membagi-bagikan kepada tetangga terdekat,” katanya.
Meski harga turun Suyanto mengaku tidak kapok untuk menanam bawang merah. Rencananya, setelah panen padi di musim pertama, lahan yang dimiliki akan langsung ditanami bawang merah. “Saya akan menanam lagi dan mudah-mudahan hasilnya bisa lebih baik,” katanya.
Kepala Bidang Hortikultura dan Perkebunan Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul, Budi Sudanto, mengatakan harga bawang merah di tingkat petani saat ini berada di kisaran Rp12.000-14.000 per kilogram. Namun harga bisa turun sewaktu-waktu tergantung dengan stok di pasaran. “Selain itu juga disebabkan petani tidak tahu harga di pasaran sehingga langsung menerima saat ditawar tengkulak,” katanya.
Untuk mengurangi risiko dari anjloknya harga, petani disarankan untuk menyimpan bawang merah sementara waktu. “Disimpan dulu, nanti kalau harganya stabil baru djual,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul mendukung revitalisasi 131 sekolah pada 2026. Dewan meminta kualitas bangunan dijaga dan mendorong penggunaan kayu jati warga.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 28 September 2026 lengkap 15 perjalanan dan tarif Rp8.000, dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur.
Cek jadwal KRL Solo-Jogja Senin 28 September 2026 dari Palur ke Jogja/Tugu, lengkap dengan waktu di setiap stasiun.
Sergey Lavrov menyerukan pembentukan Negara Palestina berdasarkan kerangka internasional dan resolusi PBB di Sidang Umum PBB.
John Herdman meminta pemain Timnas Indonesia menjaga “rumah” saat menghadapi Malaysia pada laga Grup A FIFA ASEAN Cup.
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyebut operasi di Papua berhasil merebut delapan pucuk senjata dari kelompok OPM.