Bekas TPA Jatibarang Semarang Terbakar, Penyebab Belum Pasti
Bekas TPA Jatibarang Semarang terbakar seluas 3 hektare. Damkar menyebut sampah masih dibuang dan penyebab kebakaran belum dipastikan.
Deretan siswa STM yang ikut aksi di #GejayanMemanggil Jilid II, Senin (30/9/2019). /Harian Jogja-Adit Bambang Setyawan
Harianjogja.com, SLEMAN-- Ada perbedaan dalam aksi #Gejayanmemanggil Jilid II pada Senin (30/9/2019). Banyak siswa SMK yang ikut serta dalam aksi siang ini.
Walaupun sudah diberi larangan dari sekolah untuk tidak ikut aksi #Gejayanmemanggil jilid 2, beberapa siswa SMK masih tetap ikut bergabung dalam gerakan ini. Mereka mulai long march dari bundaran UGM dan sampai di pertigaan Jl. Colombo, Gejayan, Yogyakarta.
Para peserta sampai di pusat aksi pukul 14.00 WIB. Para siswa tampak ikut membawa tulisan-tulisan yang menyuarakan tuntutan mereka.
Ketika ditanya, salah satu peserta itu mengaku walaupun sudah dilarang tapi mereka ingin bergabung dalam aksi ini. Mereka juga ingin menyuarakan suara mereka bersama para mahasiswa dan rakyat.
Para siswa memilih untuk membolos dan tidak ikut dalam kegiatan belajar mengajar disekolahnya.
"Walaupun sudah dilarang kepala sekolah kami tetap ikut, kami bolos hari ini," kata Ryan siswa SMK swasta di Jogja.
Mereka ikut menyuarakan aksi ini karena menurut mereka ada yang tidak adil. "Alasan saya ikut demo ini, ya karena saya merasa ini semua tidak adil," kata Miftah, seorang siswa SMK negeri di Bantul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bekas TPA Jatibarang Semarang terbakar seluas 3 hektare. Damkar menyebut sampah masih dibuang dan penyebab kebakaran belum dipastikan.
Warga Padukuhan Karang, Tuksono, Kulonprogo, kembali memprotes tambang pasir Sungai Progo. CV BKS menyebut seluruh perizinan telah lengkap.
Jenazah Sukarman, kru KM Arupadatu I, tiba di Soetta dari Bengkulu dan langsung dibawa ke rumah duka di Pandeglang.
Harga BBM hari ini 24 September 2026 masih mengikuti penyesuaian awal September. Pertamax tetap Rp15.950 per liter.
Bank Indonesia mempertahankan BI Rate 5,75% pada September 2026. Stabilitas rupiah dan tekanan pasar keuangan global menjadi pertimbangan utama.
Pendapatan transfer DIY turun Rp583,77 miliar pada perubahan APBD 2026. DPRD meminta PAD diperkuat tanpa menambah beban masyarakat.