Drag Bike Sleman 2026 Jadi Magnet Sport Tourism, Catat Tanggalnya
Drag Bike Sleman 15 Agustus 2026 di Minggir jadi magnet sport tourism, dorong UMKM dan kampanye stop balap liar.
Ilustrasi PMPS Sekaten./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA—Pemkot Jogja mengakui tidak menganggarkan kegiatan Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) di tahun ini. Pemkot pun memastikan pelaksanaan PMPS akan digelar dua tahun sekali.
Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti mengatakan tahun ini Pemkot memang tidak menggelar kegiatan PMPS. Oleh karena itu, anggaran kegiatan tersebut memang tidak dimasukkan dalam APBD 2019. "Pasar malam memang tidak dianggarkan. Mekanisme anggaran di Pemkot dan tahun ini tidak dianggarkan," ujar Haryadi saat ditemui di kompleks Kepatihan, Jumat (4/10/2019).
Haryadi memastikan event PMPS akan digelar tahun depan. Hal itu sesuai dengan kesepakatan antara Pemkot dengan Kraton, di mana pelaksanaan PMPS digelar dua tahun sekali. "Untuk kegiatan PMPS digelar di tahun genap, atau dua tahun sekali. Jadi bukan karena merusak rumput [di Alun-alun Utara]. Tahun ini kami lakukan konsolidasi, belum ada kegiatan [pengganti] lainnya," katanya.
Gubernur DIY sekaligus Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat Sri Sultan HB X mengatakan berdasarkan hasil kesepakatan dengan Pemkot Jogja pelaksanaan PMPS hanya dilakukan dua tahun sekali. "Untuk pasar malam dua tahun sekali. Keramaian Sekaten dikurangi. Itu kesepakatannya," kata Sultan.
Menurut Sultan, kegiatan PMPS merupakan tanggung jawab Pemkot. Seharusnya, Pemkot mengumumkan kesepakatan tersebut. "Mestinya diumumkan oleh Pemkot, tapi tidak diumum-umumkan. Kasihan yang mau ke Sekaten," kata Sultan.
Sebelumnya, saat jumpa pers perayaan Sekaten 2019 di Bale Raos, Kamis (3/10), Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Notonegoro membenarkan jika rangkaian Hajad Dalem Sekaten tahun ini tidak lagi diisi dengan kegiatan pasar malam. Menurutnya, hal itu merupakan keinginan dari Ngarso Dalem.
Menurut Notonegoro kegiatan pasar malam Sekaten sudah ada sejak zaman penjajahan. Hanya saja, pasar malam itu bukan bagian dari perayaan Sekaten.
Tidak adanya pasar malam juga didasarkan pada fakta di mana setelah pasar malam, kondisi Alun-Alun Utara amburadul. Rumput banyak yang hilang dan kondisi lahan tidak karu-karuan.
Kraton pun berupaya melakukan pemulihan kondisi Alun-alun (Utara). Apalagi, katanya, sejak awal Sekaten digunakan untuk kegiatan syiar, salah satunya memupuk semangat perjuangan melawan kolonialisme. "Karena itu, dulu Belanda kemudian mengadakan pasar malam untuk memecah perhatian rakyat. Dulu (pasar malam) sempat tidak ada, kemudian muncul lagi sekitar 30 tahun terakhir," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Drag Bike Sleman 15 Agustus 2026 di Minggir jadi magnet sport tourism, dorong UMKM dan kampanye stop balap liar.
Pemerintah mengoperasikan 52 pesawat untuk menangani karhutla di enam provinsi prioritas di Sumatra dan Kalimantan.
BNN menggagalkan penyelundupan 2,6 ton sabu cair dari MV Ocean Porter yang diperkirakan berpotensi berdampak pada 14,1 juta jiwa.
Dua gajah sumatera Deo dan Sinta tiba di Tabang Zoo setelah menempuh perjalanan lima hari dari Gembira Loka Zoo Jogja.
Kokap Kulonprogo mengandalkan potensi lokal, Kopi Roro, Waduk Sermo, dan padat karya untuk membuka peluang ekonomi masyarakat.
Impor tanaman hias Indonesia mencapai Rp18 triliun pada 2025. ASA Indonesia mendorong petani lokal meningkatkan produksi aglaonema.