Peridot Klaten Kembali ke Akar Kopi Setelah Hampir 12 Tahun Berjalan
Hampir 12 tahun Peridot Coffee and Eatery Klaten bertahan mengikuti perubahan tren kopi, dari mesin espresso hingga konsep slowbar.
Ilustrasi PMPS Sekaten./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA—Pemkot Jogja mengakui tidak menganggarkan kegiatan Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) di tahun ini. Pemkot pun memastikan pelaksanaan PMPS akan digelar dua tahun sekali.
Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti mengatakan tahun ini Pemkot memang tidak menggelar kegiatan PMPS. Oleh karena itu, anggaran kegiatan tersebut memang tidak dimasukkan dalam APBD 2019. "Pasar malam memang tidak dianggarkan. Mekanisme anggaran di Pemkot dan tahun ini tidak dianggarkan," ujar Haryadi saat ditemui di kompleks Kepatihan, Jumat (4/10/2019).
Haryadi memastikan event PMPS akan digelar tahun depan. Hal itu sesuai dengan kesepakatan antara Pemkot dengan Kraton, di mana pelaksanaan PMPS digelar dua tahun sekali. "Untuk kegiatan PMPS digelar di tahun genap, atau dua tahun sekali. Jadi bukan karena merusak rumput [di Alun-alun Utara]. Tahun ini kami lakukan konsolidasi, belum ada kegiatan [pengganti] lainnya," katanya.
Gubernur DIY sekaligus Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat Sri Sultan HB X mengatakan berdasarkan hasil kesepakatan dengan Pemkot Jogja pelaksanaan PMPS hanya dilakukan dua tahun sekali. "Untuk pasar malam dua tahun sekali. Keramaian Sekaten dikurangi. Itu kesepakatannya," kata Sultan.
Menurut Sultan, kegiatan PMPS merupakan tanggung jawab Pemkot. Seharusnya, Pemkot mengumumkan kesepakatan tersebut. "Mestinya diumumkan oleh Pemkot, tapi tidak diumum-umumkan. Kasihan yang mau ke Sekaten," kata Sultan.
Sebelumnya, saat jumpa pers perayaan Sekaten 2019 di Bale Raos, Kamis (3/10), Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Notonegoro membenarkan jika rangkaian Hajad Dalem Sekaten tahun ini tidak lagi diisi dengan kegiatan pasar malam. Menurutnya, hal itu merupakan keinginan dari Ngarso Dalem.
Menurut Notonegoro kegiatan pasar malam Sekaten sudah ada sejak zaman penjajahan. Hanya saja, pasar malam itu bukan bagian dari perayaan Sekaten.
Tidak adanya pasar malam juga didasarkan pada fakta di mana setelah pasar malam, kondisi Alun-Alun Utara amburadul. Rumput banyak yang hilang dan kondisi lahan tidak karu-karuan.
Kraton pun berupaya melakukan pemulihan kondisi Alun-alun (Utara). Apalagi, katanya, sejak awal Sekaten digunakan untuk kegiatan syiar, salah satunya memupuk semangat perjuangan melawan kolonialisme. "Karena itu, dulu Belanda kemudian mengadakan pasar malam untuk memecah perhatian rakyat. Dulu (pasar malam) sempat tidak ada, kemudian muncul lagi sekitar 30 tahun terakhir," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hampir 12 tahun Peridot Coffee and Eatery Klaten bertahan mengikuti perubahan tren kopi, dari mesin espresso hingga konsep slowbar.
Para chef mengeksplorasi kuliner Jawa Tengah dan Jawa Timur, dari sate srepeh hingga tahu telur, untuk menghidupkan kembali makanan lokal.
Daftar 10 negara penghasil emas terbesar dunia 2026 berdasarkan data USGS. Simak posisi Indonesia dan jumlah cadangan emasnya.
Benang Jarum meluncurkan Denim Tales pada 30 September 2026 dengan ragam siluet, monogram, paisley, serta pilihan material dan warna.
Empat shio dipandang punya prospek keberuntungan menarik pada 2027, Tahun Kambing Api. Simak daftar shio dan peruntungannya.
Colliers Indonesia menilai Gen Z sulit menembus KPR bukan sekadar karena gaya hidup, tetapi terkendala affordability dan bankability.