Satu Bulan, Ada 12 Kebakaran di Jogja

Petugas pemadam kebakaran dibantu anggota SAR, Polisi dan TNI dan sukarelawan berupaya terus memadamkan api pada kebakaran yang terjadi pada gudang Hotel Abadi di kampung Sosrowijayan Kulon, Sosromenduran, Gedong Tengen, Jogja, Rabu (02/09/2019). - Harian Jogja/Desi Suryanto
04 Oktober 2019 14:27 WIB Dyah Febriyani Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Kebakaran kembali terjadi lagi di wilayah Kota Jogja. Setelah beberapa hari lalu, sebuah rumah di kawasan padat penduduk, Kampung Ketandan, Kecamatan Gondomanan dan sebuah gudang milik Hotel Abadi di area Pasar Kembang, ludes terbakar, kali ini giliran bangunan SMAN 1 Teladan Jogja yang dilalap api.

Kepala Dinas Kebakaran Kota Jogja Nur Hidayat mengatakan kebakaran yang melanda salah satu ruang kegiatan di SMAN 1 Teladan, Jumat (4/10/2019) pagi itu akibat korsleting listrik dari kipas angin yang menyala sejak malam hari. “Akibat kebakaran itu, pihak sekolah menderita kerugian hingga Rp40 juta,” ucap dia kepada Harian Jogja, Jumat.

Tak hanya itu, api juga menghanguskan dokumen kegiatan siswa, peralatan kepramukaan, hingga sejumlah majalah yang diterbitkan oleh siswa. Setelah api berhasil dipadamkan pada pukul 07.30 WIB kegiatan pembelajaran dilanjutkan seperti biasa.

Dia menjelaskan sejak September hingga awal Oktober, sudah terjadi 12 kebakaran di wilayah kota Jogja. Pemicu utamanya, kata dia, adalah keteledoran masyarakat. Ke-12 insiden kebakaran itu, di antaranya terjadi di Umbulharjo, Pandeyan, Notoyudan, Karangwaru, Retno Dumilah, Tegalrejo, Balerejo, Rejowinangon, Bener, Babarsari, Cokrominoto, Suryatmajan.

Adapun objek yang terbakar seperti gudang penyimpanan kayu, tempat usaha dan tempat tinggal. Kasus kebakaran akibat pembakaran sampah dan kerusakan kompor adalah yang paling sering terjadi. Selain itu korsleting listrik juga menjadi salah pemicu utama kebakaran di Jogja.

“Pada dasarnya masyarakat sudah tahu penyebab kebakaran, namun mereka lalai,” kata dia. Oleh sebab itu dia mengimbau masyarakat untuk saling mengingatkan mengenai hal-hal yang menyebabkan kebakaran. “Misalnya mengingatkan hal kecil seperti kompor sudah dimatikan atau belom,” kata dia.