Kasus Bertambah, Cek Data Covid-19 di DIY 18 Maret
Kasus Covid-19 di DIY kembali melonjak. Pada Kamis (18/3/2021), gugus tugas setempat melaporkan penambahan kasus baru sebanyak 257.
Ilustrasi Manunggal Fair/Harian Jogja-Dok
Harianjogja.com, KULONPROGO—Acara Manunggal Fair 2019 yang berakhir pada Sabtu (5/10/2019) malam menyisakan pekerjaan rumah berupa pengelolaan sampah bagi penyelenggara.
Kepala Bidang Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kulonprogo Heni Hernawati mengatakan sampah di arena Manunggal Fair yang dihelat di Taman Budaya Kulonpogo (TBK) dan Lapangan Desa Pengasih cukup besar. Utamanya sampah-sampah anorganik yang tidak terkelola dengan baik.
Hal itu menjadi masalah yang harus diperhatikan semua pihak, baik dari pengelola stan maupun Pemerintah Kabupaten Kulonprogo selaku penyelenggara acara. Jika kegiatan serupa akan diadakan kembali tahun depan, penyelenggara perlu memperhatikan betul pengelolaan sampahnya.
“Akan lebih baik jika sejak awal sudah direncanakan bentuk pengelolaan sampahnya seperti apa. Kemudian, pada saat pelaksanaannya, kepada petugas-petugas agar benar-benar melaksanakan tugas sesuai dengan tanggung jawabnya,” kata Heni, Minggu (6/10/2019).
Dia melihat pengelolaan sampah di acara ini terkesan saling lempar. Misalnya, petugas retribusi kebersihan jalan sendiri, untuk yang operasional pengelolaannya jalan sendiri. Ini membuat pengelolaan sampah belum berjalan maksimal.
Meski sebenarnya sudah ada upaya antisipasi dengan penarikan retribusi sampah sebesar Rp4.000 kepada seluruh penyewa stan, hal itu kembali lagi kepada tanggung jawab bersama. Efektif tidaknya cara itu bukan dari besaran dana tetapi lebih ke aktualisasi kegiatannya.
Ditarik berapapun, ketika penanggung jawab stan belum bisa mengondisikan atau menyadari terkait dengan pengelolaan sampah yang harus dilakukan secara mandiri, maka belum bisa efektif. DLH bukan tanpa upaya mengantisipasi hal tersebut. Sejak acara tersebut dibuka pada Jumat (27/9) lalu, jawatan ini sudah menerbitkan surat imbauan menjaga kebersihan kepada seluruh penyewa stan.
Ketua Jejaring Pengelola Sampah Mandiri (JPSM) Merti Bawono Asri Kulonprogo Sunardi menerangkan sebanyak 30 orang terlibat dalam aksi bersih-bersih. Dari hasil gropyok sampah di sekitar Exhibition Hall Taman Budaya Kulonprogo, selama 1,5 jam diperoleh 11 wadah sampah yang terdiri dari enam karung dan lima trashbag. Dia berharap pada Manunggal Fair mendatang disediakan tempat sampah pilah di tiap stan dan lapak pedagang agar sampah bisa tertampung dan tidak berceceran di sembarang tempat.
Pemerhati lingkungan yang tergabung dalam komunitas Jejaring Lingkungan Hidup Kulon Progo (LHK-KP), Maryadi Melodz, mengatakan salah satu penyebab timbulan sampah di Manunggal Fair 2019 karena kesadaran masyarakat utamanya para siswa sekolah yang berkunjung ke acara tahunan itu terkait dengan pengelolaan sampah masih minim.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus Covid-19 di DIY kembali melonjak. Pada Kamis (18/3/2021), gugus tugas setempat melaporkan penambahan kasus baru sebanyak 257.
Duta Hino Yogyakarta (PT Duta Cemerlang Motors) melakukan peresmian outlet atau cabang 3S
Cuaca panas bisa memengaruhi baterai mobil listrik. Simak 6 cara menjaga baterai EV tetap awet dan efisien saat suhu ekstrem.
Pemkab Kulon Progo berkomitmen selalu proaktif dalam penyelesaian terkait kepentingan masyarakat tersebut dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-kehatian
Alex Rins mengaku syok melihat kecelakaan horor Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026 hingga jantungnya seperti berhenti berdetak.
Jennifer Coppen dan Justin Hubner mengumumkan rencana pernikahan di Bali pada Juni 2026 dengan tiga konsep adat berbeda.