Peridot Klaten Kembali ke Akar Kopi Setelah Hampir 12 Tahun Berjalan
Hampir 12 tahun Peridot Coffee and Eatery Klaten bertahan mengikuti perubahan tren kopi, dari mesin espresso hingga konsep slowbar.
Alat berat dioperasikan di salah satu suduh proyek Underpass Kentungan, Sleman, Minggu (12/5/2019)./Harian Jogja-Yogi Anugrah
Harianjogja.com, JOGJA- Wacana pembangunan jalan Jogja Outer Ring Road (JORR) di wilayah DIY masih belum jelas pelaksanaannya. Pembahasan terkait rencana pembangunan JORR masih menunggu keputusan pemerintah pusat.
Kepala Bidang Binamarga DPUP-ESDM DIY Bambang Sugaib mengatakan pembangunan JORR yang mengitari wilayah DIY masih menunggu kelanjutan pembahasan dari pemerintah Pusat. Meskipun ada keinginan Pusat untuk membangun JORR, hanya saja proyek tersebut tidak masuk dalam program strategis nasional (PSN).
"Pembahasannya baru sampai studi kelayakan saja, itupun sudah bebarapa waktu lalu dan sampai saat ini masih belum ada kelanjutannya," katanya kepada Harianjogja.com, Selasa (8/10/2019).
Dalam konteks ini, kata Sugaib, Pemda DIY hanya sebatas menyediakan jalur yang akan dilintasi oleh proyek JORR. Keberadaan JORR tersebut bertujuan salah satunya agar kendaraan yang hanya melintasi DIY tidak perlu melewati Kota Jogja. Adapun proses pembangunan hingga pendanaan berasal dari pusat. "Rencana pembangunannya jangka panjang. Ini juga terkait dengan masalah pendanaan, dananya dari pusat," katanya.
Selain JORR, kata Sugaib rencana pembangunan underpass untuk simpang Gejayan hingga kini juga belum ada titik terang. Proyek tersebut merupakan rencana lanjutan setelah pembangunan underpass keuntungan selesai. "Rencananya 2020, tapi sampai saat ini belum ada kejelasan juga. Kami berharap agar underpass Gejayan bisa dibangun," harapnya.
https://www.youtube.com/watch?v=w6j88veDWT8
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hampir 12 tahun Peridot Coffee and Eatery Klaten bertahan mengikuti perubahan tren kopi, dari mesin espresso hingga konsep slowbar.
Harga emas Pegadaian Kamis 24 September 2026: Galeri24 Rp2,545 juta, Antam Rp2,645 juta, UBS Rp2,57 juta per gram.
Sjamsul Kahar, tokoh pers Aceh dan pendiri Serambi Indonesia, meninggal dunia. Ia dikenal sebagai wartawan senior dan ayah Nezar Patria.
Kemdiktisaintek masih menghitung skema kuliah gratis hingga perguruan tinggi. Penerapan serentak atau bertahap belum final.
Harga cabai rawit merah mencapai Rp104.850 per kg berdasarkan PIHPS 24 September 2026. Simak harga pangan pokok lainnya.
Diduga dijaminkan tanpa izin ahli waris, sertifikat tanah warga Karangsari menjadi sengketa hingga Lurah dan dua Direktur BUMDes digugat ke PN Wates.