Astra Motor Jombor Dukung Insan Pers lewat Servis Motor Gratis
Astra Motor Jombor gelar servis gratis untuk wartawan Harian Jogja dalam rangka Hari Pers Nasional 2026.
Sejumlah pengunjung mencoba mainan gangsing yang dijual para arena Pameran Kerajinan dan Seni \"Gebyar Karya Jogja\" yang berlangsung di Kawasan Nol Kolometer, Jogja, Kamis (11/07/2019)./Harian JOgja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, BANTUL—Keberadaan usaha kecil dan menengah di Bantul tengah didata ulang. Pendataan dilakukan untuk memudahkan dalam proses pendampingan dan pembinaan.
“Kalau sekarang masih campur, mana yang masih pemula, mana yang sudah mandiri sehingga kami kesulitan untuk melakukan pendampingan,” kata Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Industri (DKUKMI) Bantul, Agus Sulistiyana, dalam acara Workshop Pendataan dan Identifikasi UKM di Gedung Parasamya, kompleks Pemkab Bantul, Rabu (9/10).
Agus mengatakan sampai saat ini dinasnya memang belum punya data pasti jumlah UKM di Bantul. Data terakhir yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) Bantul, UKM di Bantul ada sekitar 121.000 unit yang tersebar di semua kecamatan.
Akan tetapi, data tersebut merupakan data keluaran 2013 lalu yang kini sudah barang tentu sudah banyak berubah. Data tersebut, kata Agus, juga tidak mencakup pengklasifikasian antara UKM pemula dan UKM Mandiri, serta masih bercampunrnya produsen maupun pedagang.
Proses pendataan dilakukan dengan menggandeng akademisi yang berlangsung selama sebulan ke depan. Tahap awal menyasar empat kecamatan, yakni Kecamatan Pajangan, Sedayu, Sanden, dan Srandakan. “Sasaran pendataan meliputi jenis usaha, bahan baku, modal, tenaga kerja, omzet, dan perizinan,” kata dia.
Tak hanya itu, hasil pendataan tersebut nantinya juga mencakup pembagian kelas UKM dari pemula hingga mandiri. “Dengan adanya data maka arah kebijakan program dan kegiatan akan lebih tepat sasaran,” ujar Agus.
Lebih lanjut Agus mengatakan DKUKMI memiliki banyak program pendampingan secara langsung maupun fasilitasi dalam berbagai kegiatan baik pameran maupun pemasaran produk UKM ke berbagai daerah. Bahkan tahun ini dinasnya mengupayakan agar banyak UKM dari Bantul yang mengisi gerai UKM di Yogyakarta International Airport (YIA).
Secara keseluruhan, kata dia, sudah ada sembilan pelaku UKM yang dipastikan masuk YIA. Kesembilan UKM tersebut, yakni batik, wedang uwuh, kripik pisang, kerajinan dari perak, olahan lele, minuman herbal, kerajinan dari keramik, olahan umbi gadung, dan asesoris.
Dia juga mengklaim DKUKMI Bantul kembali mengajukan sebanyak 100 UKM agar bisa bmasuk YIA. “Sebanyak 100 proposal yang kami ajukan masih dikurasi tingkat DIY,” ujar Agus.
Bupati Bantul Suharsono menyatakan data valid jumlah UKM di Bantul sangat penting agar dirinya dapat mengeluarkan kebijakan yang tepat sasaran dan sesuai kebutuhan dalam mengangkat pelaku UKM. “Kalau ada data jelas bisa tahu mana UKM yang perlu mendapat sentuhan agar lebih meningkat,” kata Suharsono.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Sumenep menewaskan lima orang. Sebanyak 232 korban berhasil dievakuasi.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 3 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Tarif Commuter Line tetap Rp8.000.
Oknum anggota Polres Tanjab Timur, Bripka SO, dipatsus usai video dirinya berada di arena judi sabung ayam viral. Kasus masih didalami Propam.
Menpar Widiyanti menilai desainer berperan penting memperkenalkan budaya Indonesia melalui wastra sekaligus mendorong shopping tourism.
Bumkal Sumberharjo Sleman sukses memanen melon premium di tanah kas kalurahan. Pemkab Sleman menilai inovasi ini berpotensi meningkatkan ekonomi desa.