Hari Pertama Bulan Tertib Jalan, Satpol PP DIY Bongkar Ratusan Reklame Ilegal
Petugas Satpol PP DIY menertibkan setidaknya ratusan buah sampah visual berupa spanduk, banner, dan rontek tak berizin di tiga titik.
Massa berdatangan di Pertigaan Colombo, Senin (23/9/2019)./Harian Jogja-Yogi Anugrah
Harianjogja.com, SLEMAN—Tak ingin momentum pelantikan Presiden RI pada 20 Oktober memicu munculnya aksi-aksi provokasi di wilayah DIY, Polda DIY mengandalkan Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas).
Direktur Bina Masyarakat (Dirbinmas) Polda DIY, Kombes Pol Rudi Heru Susanto, mengatakan 10 hari menjelang pelantikan Presiden, dia mengandalkan jajaran Bhabinkamtibmas untuk memberikan pendekatan keamanan pada warga. "Kalau ada potensi demo, masyarakat kasih informasi agar bisa dikondisikan," ujarnya, Kamis (10/10).
Dia mengatakan penyampaian aspirasi melalui demonstrasi sejatinya tak dilarang oleh undang—undang. Meski begitu, masyarakat tetap harus berhati-hati dan tidak mudah terprovokasi. “Karena bagaimanapun aspirasi tetap bisa tersampaikan dengan baik dan tidak perlu berlaku anarkis,” ucap Dirbinmas.
Di DIY, kata dia, ada 449 anggota bhabinkamtibmas. Dalam beberapa desa, ada yang diisi tidak hanya satu anggota, tapi sampai dua anggota.
Tidak hanya untuk meredam provokasi ke masyarakat, keberadaan bhabinkamtibmas diandalkan untuk meredam paham radikalisme dan perilaku intoleransi di masyarakat. "Banyak agenda seperti melakukan penyuluhan pada masyarakat. Di samping itu juga ada pendekatan melalui tokoh agama dan tokoh masyarakat," ucap Rudi.
Kapolda DIY, Irjen Pol Ahmad Dofiri mengatakan bhabinkamtibmas diandalkan karena mereka punya potensi kedekatan dengan masyarakat. "Tugas bhabinkamtibmas melalui sambang warga bisa untuk menjelaskan isu di masyarakat, mencegah untuk mengikuti ajakan yang tidak jelas. Mereka juga bisa ke sekolah, majelis taklim ataupun masuk ke komunitas lain," kata Dofiri, Kamis.
jelang pelantikan Presiden 20 Oktober nanti, pihaknya mengantisipasi adanya hal-hal yang tidak diinginkan seperti aksi yang berujung kerusuhan. Ia berujar, sampai saat ini, di wilayah DIY memang belum terlihat tanda-tanda gangguan keamanan. "Menjelang pelantikan presiden bisa saja ada dinamika aksi unjuk rasa. Tapi kita juga lihat di aksi-aksi sebelumnya yang berjalan dengan baik," ujar Dofiri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Petugas Satpol PP DIY menertibkan setidaknya ratusan buah sampah visual berupa spanduk, banner, dan rontek tak berizin di tiga titik.
Shakira memenangkan kasus pajak di Spanyol setelah delapan tahun. Pengadilan memerintahkan pengembalian dana Rp1,1 triliun.
Arema FC memburu kemenangan atas PSIM Jogja pada laga terakhir Super League 2025/2026 demi memperbaiki posisi klasemen.
MotoGP Catalunya 2026 diwarnai penalti tekanan ban yang membuat Joan Mir kehilangan podium dan mengubah klasemen sementara.
Pemkot Jogja mulai menyiapkan guru dan menggandeng kampus menyambut kebijakan Bahasa Inggris wajib di SD mulai 2027.
Xiaomi membatalkan proyek ponsel ultra-tipis Xiaomi 17 Air karena tak ingin mengorbankan performa, baterai, dan kualitas pengguna.