Ilmuwan Jepang Ciptakan Robot yang Bisa Tersenyum dengan Kulit Hidup di Wajahnya
Ilmuwan Jepang membuat wajah robot yang bisa tersenyum karena wajahnya menyalin struktur jaringan kulit manusia.
Ilustrasi toko modern./JIBI
Harianjogja.com, KULONPROGO--Keberadaan toko modern masih dianggap meresahkan pedagang Pasar Wates. Meski sudah diatur dalam perda, namun warga pasar meminta pemerintah meninjau ulang regulasi tersebut.
Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Wates, Yohanes Bambang Sunarko menyebutkan mau tidak mau pasar tradisional memang harus bersaing dengan toko modern dan toko daring. "Suka tidak suka kan memang harus berkompetisi. Ke depannya kami akan tingkatkan pelayanan, biar kami selamat," kata Bambang di sela-sela serangkaian kegiatan HUT Kulonprogo ke-68 di Pasar Wates.
Ia menambahkan pelayanan pasar tradisional dan kualitas barang dagangan akan ditingkatkan seiring dengan merebaknya toko modern. Bahkan untuk agenda peringatan HUT Kulonprogo pada kesempatan itu, Bambang menyebutkan, pihaknya menyajikan sajian penganan lokal yang bukan pabrikan, seperti misalnya dawet, wedang uwuh, dan beberapa camilan tradisional sehingga dapat meningkatkan nilai pasar tradisional.
Ketua Paguyuban Warga Wetan Pasar, Riok Sudaryo, menambahkan pemerintah daerah harus tegas menerapkan regulasi terkait jarak toko modern ke pasar tradisional. "Perihal perda swalayan harusnya jaraknya berapa kilometer dari pasar wates, itu harus ditinjau lagi," kata Riok.
Perda yang dimaksud yaitu Perda Kulonprogo No. 11/2011 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Pasar Tradisional serta Penataan Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern. Di dalamnya tertulis pada pasal 14 poin (c) yang menyebutkan toko modern yang berstatus waralaba dan/atau berstatus cabang tidak boleh berjarak kurang dari 1.000 meter dengan pasar tradisional.
Kasubbag TU UPT Pasar Wilayah I Dinas Perdagangan Kulonprogo, Sumarmi akan terus mendorong pedagang pasar tradisional untuk pandai menerobos peluang. Terlebih dengan adanya YIA dan kemajuan teknologi, pedagang pasar harus mulai melek kedua hal itu. "Terus kami dorong untuk memberi pelayanan yang bagus. Pasar tradisional kita ciptakan dengan bersih jadi pembeli tertarik dan harganya kan lebih murah jadi pembeli tertarik," kata dia.
Menanggapi keluhan warga pasar, Kepala Dinas Perdagangan Kulonprogo Iffah Mufidati mengungkapkan saat ini tidak ada toko modern yang lokasinya berdekatan dengan pasar. "Jika pedagang menganggap Tomira [Toko Milik Rakyat] itu sebagai toko modern yang berstatus waralaba, maka perlu diketahui jika Tomira sudah bukan waralaba lagi," ujarnya singkat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ilmuwan Jepang membuat wajah robot yang bisa tersenyum karena wajahnya menyalin struktur jaringan kulit manusia.
Polri menegaskan kesiapan operasional 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang akan diresmikan secara serentak oleh Presiden Prabowo Subianto.
Forum Anak Daerah (FAD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sukses menggelar hari pertama dari rangkaian kegiatan "Temu Hati #17" di Ruang Nyi Ageng Serang
Dinkes Sleman ungkap keracunan Toragan akibat Salmonella dari makanan hajatan, seluruh pasien kini telah pulih.
Prabowo resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, soroti keadilan sosial dan nilai Pancasila dalam kasus buruh Indonesia.
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.