Sultan: Gaya Hidup Gemi Kunci Bebas Finansial di Era Digital
Sri Sultan HB X tekankan pentingnya gemi, nastiti, ngati-ati di era digital saat literasi keuangan tertinggal dari inklusi.
Ilustrasi jalan tol./JIBI-M. Ferri Setiawan
Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY berharap masyarakat merelakan lahan mereka untuk dijadikan jalur tol Solo-Jogja-Bawen.
Pejabat Sekda DIY Arofa Noor Indriani meminta agar seluruh camat dan lurah atau kepala desa membantu suksesnya rencana pembangunan jalan tol.
“Kami mohon bantuan dan kesadarannya untuk menyadarkan masyarakat dengan cara nata ati, keikhkasan. Ini kearifan lokal. Tidak mudah untuk pindah [lokasi]. Tetapi ini merupakan program prioritas pembaruan,” kata dia, Jumat (18/10/2019).
Berdasarkan data Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru) DIY, proyek tol Bawen-Jogja-Solo membutuhkan lahan seluaas 2.211 hektare.
Luasan lahan itu terbagi untuk proyek tol Jogja-Solo (Joglo) membutuhkan lahan 1.744 Hektare (Ha) dan tol Jogja Bawen 467 Ha.
Tol Joglo akan melewati enam kecamatan dan 14 desa sepanjang 22,36 km. Jalan tol tersebut diperkirakan melewati Desa Tamanmartani, Selomartani, Tirtomartani, dan Purwomartani (Kalasan) serta sebagian kecil di Bokoharjo (Prambanan)
Selain itu, desa yang dilewati Maguwoharjo, Condongcatur, Caturtunggal (Depok), Sariharjo (Ngaglik), Sinduadi, Sendangadi, Tlogoadi, Tirtoadi (Mlati), dan Trihanggo (Gamping). Total jumlah bidang ada 2.906 bidang dengan perkiraan luas area 1.744 hektare.
Tol Jogja-Bawen melewati lima kecamatan dan delapan desa. Meliputi Banyurejo (Tempel), Margokaton, Margodadi, Margomulyo (Seyegan). Kemudian Desa Sidomoyo (Godean), Tirtoadi, Tlogoadi (Mlati) dan Trihanggo (Gamping). Total jumlah bidang yang dilewati sebanyak 722 bidang atau seluas 467 hektare sepanjang 10,9 km.
Pemda DIY berharap data dari Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru) DIY maupun Bina Marga Kementerian PUPR dicocokkan.
“Ini kunci, harmonisasi [data]. Kalau sejak awal data salah, maka di lapangan juga akan bermasalah,” kata Arofa.
Pendataan lahan tersebut harus dicermati secara mendetail karena di tanah yang dilewati jalur tol ada yang berstatus hak milik dan ada juga yang berstatus kas desa.
Berdasarkan data yang ada, dari 20 desa yang dilewati proyek jalan tol baik Jogja-Solo maupun Jogja-Bawen di wilayah Sleman, hanya empat pemdes yang memiliki Perdes terkait Penggunaan Tanah Kas Desa, yaitu Desa Purwomartani, Sariharjo, Sendangadi dan Tirtoadi. Sisanya, 16 pemdes belum memiliki perdes tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sri Sultan HB X tekankan pentingnya gemi, nastiti, ngati-ati di era digital saat literasi keuangan tertinggal dari inklusi.
Kecelakaan di Jalan Terong–Mangunan Bantul menewaskan pejalan kaki. Polisi sebut jarak dekat jadi penyebab utama.
KPK memeriksa Plt Bupati Tulungagung dan sejumlah kepala dinas terkait dugaan aliran uang kasus pemerasan Bupati nonaktif.
Motif pembacokan pelajar di depan SMAN 3 Jogja terungkap. Geng Vozter disebut patroli menjaga wilayah usai info tawuran.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa optimistis IHSG akan rebound pekan depan didukung fundamental ekonomi Indonesia yang dinilai tetap kuat.
Dinkes Sleman perketat pemisahan jeroan kurban untuk cegah kontaminasi dan risiko penyakit saat Iduladha 2026.