SD Muhammadiyah Sapen Pertahankan Gelar, Tarakanita Bumijo Cetak Sejarah di MLSC Jogja
SD Muhammadiyah Sapen kembali juara KU 12 MLSC Jogja. SD Tarakanita Bumijo I mencetak sejarah sebagai juara baru KU 10 dengan top skor 36 gol.
Kirab merah putih dalam rangka menyongsong pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Terpilih hasil Pemilu 2019, Jokowi-Ma'ruf. /Harian Jogja-Gigih M. Hanafi
Harianjogja.com, JOGJA-- Pasangan Joko Widodo-Ma\'ruf Amin didapuk sebagai Presiden dan Wakil Presiden untuk periode 2019-2024. Keduanya dilantik pada Minggu (20/10) ini. Sebelum dilantik, masyarakat Jogja ikut mendoakan keduanya agar mampu menjalankan amanah dengan baik.
Masyarakat dari berbagai elemen menuju Gedung DPRD DIY. Di halaman gedung wakil rakyat itu mereka berkumpul. Mereka mulai membentuk barisan sesuai warna dan kostum busananya. Mereka memulai langkah untuk menampilkan parade budaya. Tidak asal parade, karena yang diusung adalah parade merah putih. Yakni menyongsong pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Terpilih hasil Pemilu 2019, Jokowi-Ma\'ruf.
Sedikitnya, terdapat 45 kontingen yang berbaris. Mereka berasal dari berbagai elemen, mulai pelajar, mahasiswa, kelompok seni, budaya, abdi dalem kraton, beragam komunitas hingga organisasi masyarakat. Mereka berjalan kaki dari gedung DPRD DIY hingga benteng Vredeburg kawasan Malioboro.
Di sepanjang jalan Malioboro, masyarakat yang ikut menonton tidak kalah banyak. Mereka berbaris rapi dari kedua sisi kawasan pedestrian. Barisan terdepan parade diawali pasukan pengibar bendera. Di susul kemudian oleh barisan para abdi dalem Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat dan Kadipaten Pakualaman dengan busana khas surjan pranakannya.
Iringan musik dari Marching Band Universitas Gajah Mada ikut meramaikan suasana. Parade juga diisi oleh atraksi barongsai. Ada juga peserta yang membentangkan bendera Merah Putih sepanjang 74 meter yang melambangkan usia kemerdekaan Republik Indonesia.
Karena panitia menyebut parade Merah Putih sebagai bentuk wujud syukur pelantikan Jokowi-Ma\'ruf sebagai Presiden dan Wakil Presiden, maka beragam gunungan hasil bumi juga diarak. Ada gunungan salak dari Sleman, gunungan Bakpia dari Kota Jogja, gunungan Geplak dari Bantul, dan gunungan sayur mayur lainnya.
Menurut panitia, Keberadaan gunungan tersebut terselip moral agar Jokowi-Makruf mampu menjadi pemimpin yang membawa manfaat bagi rakyat. Masyarakat Jogja berharap Jokowi-Ma\'ruf dapat memakmurkan rakyat Indonesia. Pada akhirnya, gunungan-gunungan itu pun dibagikan kepada masyarakat.
Tak kalah menarik, kontingen grobak sapi yang membawa Foto Jokowi dan Ma\'ruf. Masing-masing foto berada di grobak berbeda. Keberadaan foto dalam grobag sapi ini memiliki pesan agar kepemimpinan Jokowi-Makruf berkarakter prasojo (sederhana). Jokowi-Makruf diharapkan juga memiliki visi kerakyatan dan selalu memihak pada wong cilik.
Parade ditutup dengan penampilan dari penyanyi Edo Kondologit. Artis kelahiran tanah Papua ini membawakan empat lagu, Aku Papua, Pancasila Rumah Kita, Indonesia Pusaka dan Gebyar-Gebyar.
"Kami ikut berpartisipasi dalam Parade Merah Putih ini untuk ikut menjaga stabilitas berbangsa dan bernegara. Kami juga mengajak masyarakat ikut mendukung pelantikan Presiden Joko Widodo dan Makruf Amin," kata Koordinator Kontingen Pemuda Pancasila Kota Jogja, Bambang.
Parade Merah Putih di Jogja memang berlangsung meriah dan menjadi tontonan bagi masyarakat dan wisatawan di Malioboro. Kegiatan tersebut mampu menyedot perhatian publik. Parade pun menjadi ajang swafoto bersama peserta parade.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SD Muhammadiyah Sapen kembali juara KU 12 MLSC Jogja. SD Tarakanita Bumijo I mencetak sejarah sebagai juara baru KU 10 dengan top skor 36 gol.
Nguyen Xuan Son cedera hamstring dan absen 4-6 pekan. Striker Vietnam itu harus mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026
Cek harga emas Antam, Galeri24 dan UBS di Pegadaian beserta harga buyback dalam berbagai ukuran, dari 0,5 gram hingga 1.000 gram.
Kata oke ternyata punya sejarah sejak 1839. Istilah OK pertama kali tercatat di Boston Morning Post sebagai singkatan jenaka.
AI mengubah pendidikan tinggi Tiongkok. Ribuan jurusan ditutup atau ditunda, sementara kampus membuka program chip, robotika, dan AI.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang secara resmi meluncurkan perluasan gerakan “Blonjo Warung Tonggo”.