Jelang Lebaran, Bakul Beringharjo Merana karena Corona
Pasar dan pusat-pusat perbelanjaan di Kota Jogja mulai terlihat ramai jelang Lebaran.
Ilustrasi. /Bisnis Indonesia-Triawanda Tirta Aditya
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pembangunan gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gunungkidul yang sudah diwacanakan sejak 2006 hingga saat ini tak kunjung terealisasi. Belakangan diketahui, bangunan seluas 2.835 meter persegi itu terkendala sertifikat tanah.
Ketua KPU Gunungkidul, Ahmadi Ruslan Hani, mengungkapkan jajarannya sudah mengajukan permohonan pembangunan gedung baru kepada KPU RI. Namun rencana itu belum bisa terealisasikan karena persoalan sertifikat tanah yang hingga saat ini belum diserahkan ke KPU Gunungkidul.
"Kami sudah mengajukan permohonan bangunan gedung ke KPU RI, tapi masih terkendala sertifikat yang belum selesai," kata Ahmadi saat ditemui seusai melakukan audiensi dengan DPRD Gunungkidul, belum lama ini.
Ia menuturkan persoalan sertifikat tanah merupakan kewenangan dari Pemkab Gunungkidul, sehingga KPU tidak tahu-menahu persoalan apa yang terjadi sehingga menghambat penerbitan sertifikat tanah. Ia menuturkan sertifikat menjadi syarat utama dalam pembangunan gedung baru sesuai aturan dari KPU RI.
Bangunan yang ditempati KPU Gunungkidul saat ini merupakan bangunan bekas balai Latihan Kerja (BLK) Gunungkidul. Meski sudah tua, gedung masih digunakan oleh KPU Gunungkidul. "Bangunan lama sudah tidak layak. Untuk rencana pembangunan kami menyesuaikan dengan spesifikasi bangunan yang ditentukan KPU Pusat, yakni bangunan dua lantai," ujarnya.
Ia berharap agar penerbitan sertifikat tanah dan hibah bangunan dari Pemkab ke KPU Gunungkidul bisa segera dilakukan, sehingga pembangunan gedung baru bisa terelisasi di di tahun anggaran 2020-2021.
Ketua DPRD Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, mengungkapkan akan menampung aspirasi dari KPU Gunungkidul dan akan diteruskan ke instansi terkait. "Kami segera menggelar rapat kerja untuk menanyakan apa yang menjadi kendala sehingga hibah tanah belum bisa direalisasikan hingga saat ini," kata Endah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pasar dan pusat-pusat perbelanjaan di Kota Jogja mulai terlihat ramai jelang Lebaran.
Polres Jayawijaya mencatat 24 korban tenggelam akibat jembatan gantung Wouma putus di Wamena berhasil dievakuasi tim gabungan.
Polresta Sleman buka suara soal curhatan Shinta Komala yang mengaku jadi korban kriminalisasi terkait dugaan penggelapan iPhone.
Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta menunda keberangkatan 89 calon haji nonprosedural yang memakai visa kerja hingga iqama.
Veda Ega Pratama tetap berada di posisi lima besar klasemen Moto3 2026 usai finis kedelapan pada seri Catalunya di Spanyol.
Kemenag menetapkan 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada 18 Mei 2026 sehingga Idul Adha 2026 dirayakan Rabu, 27 Mei 2026.