PAD Wisata Gunungkidul Lampaui Target di Tengah Sorotan Kebocoran
PAD sektor wisata Gunungkidul mencapai Rp43,3 miliar hingga akhir Juli 2026 dan melampaui target di tengah evaluasi penarikan retribusi.
Ilustrasi dana atau anggaran./JIBI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Sedikitnya 60 sekolah di Gunungkidul mendapatkan bantuan operasional sekolah (BOS) plus senilai Rp5,6 miliar. Rencananya bantuan ini digunakan untuk pengadaan alat pembelajaran berbasis informasi dan teknologi.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul, Bahron Rasyid, mengatakan untuk tahun ini Gunungkidul tak hanya mendapatkan BOS reguler yang berdasarkan jumlah siswa, tetapi juga mendapatkan BOS plus yang terdiri dari bantuan avirmasi dan berbasis kinerja. Total ada 60 sekolah yang mendapatkan bantuan ini. “Tidak semua sekolah mendapatkan, karena 60 sekolah yang terpilih berdasarkan penilaian dari Pusat,” kata Bahron kepada Harian Jogja, Senin (21/10/2019).
Menurut dia, BOS plus ini juga sebagai bagian dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Gunungkidul. Oleh karena itu, di dalam petunjuk teknis penggunaan anggaran dana ini digunakan untuk pengadaan sarana prasarana pembelajaran yang berbasis teknologi.
Bahron menjelaskan untuk BOS kinerja sudah ada alokasinya dan setiap sekolah mendapatkan anggaran Rp19 juta hingga Rp24 juta. Sedangkan untuk BOS avirmasi berdasarkan pada jumlah siswa di kelas akhir. Nantinya, jumlah siswa dikalikan Rp2 juta sehingga yang diterima di setiap sekolah tidak sama. “Kalau ditotal ada tambahan BOS senilai Rp5,6 miliar,” kata mantan Kepala Bidang Pendidikan Menengah ini.
Sesuai dengan petunjuk teknis dari Pemerintah Pusat, rencananya bantuan dari BOS avirmasi akan digunakan sekolah untuk membeli komputer, LCD dan pengadaan server, sedangkan untuk BOS kinerja akan digunakan untuk pengadaan tablet di sekolah. “Masih dalam proses dan untuk pengadaan mengacu pada aplikasi Sistem Informasi Pengadaan Sarana Sekolah. Mudah-mudahan sebelum akhir tahun seluruh pengadaan selesai dilaksanakan,” katanya.
Kepala Bidang SD Disdikpora Gunungkidul, Sumarto, mengatakan untuk program pembelajaran berbasis teknologi, Pemkab sudah bekerja sama dengan Google. Kerja sama ini dikenal dengan program Gunungkidul Cerdas. Di dalam program ini pembelajaran memanfaatkan teknologi komputerisasi sehingga pelaksanaan tidak harus bertatap muka secara langsung. “Para siswa dan guru akan memiliki akun yang dimanfaatkan untuk pembelajaran bersama,” katanya.
Menurut dia, program ini memiliki banyak keunggulan karena guru yang dihadirkan tidak hanya dari satu sekolah saja. “Guru di sekolah lain juga bisa ikut mengajar melalui teleconference,” katanya. Metode pembelajaran berbasis teknologi ini sudah banyak diterapkan di sekolah swasta dengan biaya mencapai Rp5juta hingga Rp16 juta per bulan. “Namun untuk di Gunungkidul layanan akan diberikan secara gratis. Di awal kerja sama dilaksanakan di tiga sekolah dan ke depannya jaringan akan diperluas,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PAD sektor wisata Gunungkidul mencapai Rp43,3 miliar hingga akhir Juli 2026 dan melampaui target di tengah evaluasi penarikan retribusi.
Kecelakaan lalu lintas di Tanzania dan Italia menewaskan total 14 orang. Puluhan korban lainnya mengalami luka-luka dan masih dirawat.
Harga pangan hari ini 3 Agustus 2026 mayoritas stabil. Cabai rawit merah, daging ayam, dan telur naik, sementara bawang dan cabai merah turun.
Indonesia menghadapi Vietnam pada Grup A Piala AFF 2026. Laga di Pakansari menjadi ujian sesungguhnya Garuda untuk mengunci tiket semifinal.
Sinergi KDMP dan Program MBG mulai memberi kepastian pasar hasil budi daya masyarakat melalui penyerapan SPPG, kata Menko Pangan Zulhas.
Harga CPO diproyeksikan tetap tinggi sepanjang 2026 didorong implementasi B50, ketatnya pasokan, dan dampak El Niño di Asia Tenggara.