30 Tahun Berlalu, Festival Udin Kembali Tagih Keadilan
Peringatan yang berlangsung sejak Rabu (13/8/2026) hingga Sabtu (15/8/2026) ini menjadi ruang untuk terus menagih keadilan atas kasus Udin, yang telah mangkrak
Ilustrasi olahraga tradisional./Harian Jogja
Harianjogja.com, BANTUL—Kabupaten Bantul dipastikan jadi tuan rumah Pekan Olahraga Tradisional (POT) Tingkat Nasional tahun ini.
Rencananya pelaksanaan POT 2019 akan dipusatkan di Stadion Sultan Agung (SSA), Desa Timbulharjo, Kecamatan Sewon, Bantul pada 26-27 Oktober mendatang. Setidaknya lebih dari 25 provinsi akan mengirimkan wakilnya dalam ajang tersebut.
POT 2019 akan mempertandingkan lima jenis permainan tradisional, yakni Dagongan, Hadang, Egrang, Sumpitan, dan Trompah Panjang. Dagongan adalah semacam tarik tambang namun menggunakan bambu dan permainannya dengan cara didorong.
Adapun Hadang atau Gobak Sodor atau Galasin adalah permainan beregu tanpa alat, sementara Trompah Panjang adalah permainan yang menggunakan sandal bakiak dan berjalan bersama-sama.
Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul, Helmi Jamharis menyambut baik atas pemilihan Bantul sebagai tuan rumah POT 2019. Betapa tidak, acara itu dinilai bisa sekaligus jadi ajang promosi Bantul ke tingkat nasional. “Sebagai tuan rumah, kami jamin tidak akan mengecewakan. Kami akan persiapkan semaksimal mungkin seperti soal penyediaan ambulans, toilet, dan rumah sakit rujukan jika ada peserta yang cidera,” kata dia saat jumpa pers, Rabu (23/10/2019).
Dalam mempersiapkan segala sesuatunya sebagai tuan rumah, Pemkab Bantul, kata Helmi, dibantu oleh Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) Bantul yang sudah terbentuk sejak setahun lalu.
Selain dampak perekonomian, Helmi menilai TOT 2019 juga merupakan kegiatan yang sesuai dengan komitmen Bantul dalam melestarikan permainan tradisional sebagai salah satu kekayaan budaya. “Rencananya yang membuka langsung adalah Menteri Pemuda dan Olahraga yang baru,” ujar Helmi.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olaharaga (Disdikpora) Bantul, Isdarmoko mengatakan meski pekan olahraga tradisional tersebut mempertandingkan antar provinsi, namun pihaknya juga menyiapkan tim tiap jenis perlombaan. “Permainan tradisional ini dilombakan tapi bukan kompetisi. Kami siap meramaikan,” ujar
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Peringatan yang berlangsung sejak Rabu (13/8/2026) hingga Sabtu (15/8/2026) ini menjadi ruang untuk terus menagih keadilan atas kasus Udin, yang telah mangkrak
MK memutus 20 permohonan uji materi UU siang ini, termasuk perkara UU Polri, Kesehatan, Perlindungan Konsumen, dan KUHP Nasional.
RI Peduli mewujudkan mimpi Mahesa, siswa SD Barunawati Semarang, memiliki sepeda untuk memudahkan perjalanan ke sekolah dan mengejar cita-cita
I Made Pajar Ariyana lolos final shortboard putra Asian Games 2026 setelah mengalahkan Jayuard Alciso dari Filipina.
Bregodo Suryatmojo turut menjadi etalase budaya sekaligus pintu promosi potensi kampung wisata di wilayah asalnya saat bertugas di kawasan Malioboro, Minggu (2
BMKG mencatat rekor 123 hari tanpa hujan di Sumberklampok, Buleleng, Bali, di tengah musim kering yang dipengaruhi El Nino.