Target RPJMD DIY Dikejar di Tahun Terakhir, Kemiskinan Jadi Tantangan
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Tumenggung, salah satu band metal asal Jogja saat tampil di Musik Malam TBY, Selasa (22/10/2019)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Sebanyak empat grup band metal mengguncang pelataran Taman Budaya Yogyakarta (TBY), Selasa (22/10/2019) malam. Tak heran, gelaran Musik Malam TBY kali ini mengusung tema Dallabnikcufecin (Nice Fuckin Ballad) yang menghadirkan band-band bergenre metal.
Pertunjukan dimulai sekitar pukul 20.00 WIB, dengan penampilan pembuka oleh Treatment, band bergenre death metal asal Jogja yang terbentuk sejak 2010 silam. Di atas Panggung Terbuka TBY, Treatment tampil dengan formasi tiga orang, yakni Aprek (vokal dan gitar), Mayun (drum), dan Burhan (bas).
Sebagai band pembuka, Treatment sukses memanaskan suasana dengan riff gitar menyayat khas death metal yang juga berunuansa black metal. Sementara tangannya asyik meraungkan distorsi, si vokalis dengan rapi melontarkan lirik dengan teknik growl.
Aprek, vokalis Treatment menjelaskan sebelum Treatment terbentuk, grupnya masih bernama Rusuh yang mengusung genre punk “Rusuh terbentuk dari lingkar pertemanan sekolah, di mana para personelnya saat itu merupakan siswa SMA Muhammadiah 7 Jogja,” kata dia.
Ia mengakui ada sedikit nuansa black metal dalam lagu-lagu yang ia bawakan. Black metal, kata dia, dicirikan dengan riff suram dengan tempo vokal lebih lambat ketimbang death metal.
Penampilan kedua, panggung terbuka TBY kembali digebrak band yang tak kalah cadas, Kramotak. Grup band ini membawakan beberapa lagu yang bernuansa oldschool death metal dan trash metal. Setelah itu giliran Detritivor dengan pure death metal yang memanjakan metalheads (sebutan bagi para penggemar musik metal).
Pertunjukan ditutup dengan penampilan Tumenggung. Berbeda dengan band-band sebelumnya yang semua vokalisnya bernyanyi dengan menggunakan teknik growl, Tumenggung mengajak metalheads bernostalgia dengan teriakan melengking dan melodi-melodi panjang khas speed metal dan heavy metal.
Kepala TBY, Dyah Tutuko, mengatakan Musik Malam TBY merupakan bentuk apresiasi pemerintah kepada pelaku musik di Jogja. Lewat event tersebut para musikus diberikan ruang sebagai wadah untuk berekspresi. “Dengan harapan dapat terus memacu musisi Jogja untuk berkarya,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.
Jadwal KRL Solo–Jogja terbaru 2026 lengkap dari Palur ke Tugu. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan efisien.
3 pelaku pembacokan pelajar di SMAN 3 Jogja ditangkap di Cilacap. Polisi masih memburu 3 pelaku lain terkait konflik geng.