Puluhan Mahasiswa UNJ Kunjungi Harian Jogja
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Tim putri Nusa Tenggara Timur menahan sodokan bambu dari tim putri Banten saat berlaga pada nomor cabang olahraga Dagongan pada final Pekan Olahraga Tradisional Tingkat Nasional yang digelar di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu (27/10/2019)./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, BANTUL—Pekan Olahraga Tradisional Nasional (Potradnas) VII yang digelar di Stadion Sultan Agung Bantul, Sabtu-Minggu (26-27/10) tak hanya jadi ajang unjuk eksistensi olahraga tradisional, namun juga dimanfaatkan sebagai momen promosi wisata dan kuliner.
Bupati Bantul Suharsono mengaku mendapatkan kehormatan setelah Bantul ditunjuk sebagai tuan rumah penyelenggaraan Potradnas. Tak hanya itu, dia juga memanfaatkan momentum itu sebagai gerbang terbukanya potensi sosial ekonomi dalam bidang kepariwisataan dan industri di Bantul.
Dia berharap kepada semua kontingen yang ikut dalam Potradnas selain mengikuti pertandingan juga dapat menikmati keindahan Bantul. “Kami punya banyak objek wisata, seperti wisata alam, budaya, sejarah, pendidikan, taman hiburan dan sentra industri kerajinan. Ada juga hutan pinus yang teduh dan asri, ada Pantai Parangtritis dengan gumuk pasirnya, ada Puncak Becici yang pernah dikunjungi Presiden Amerika ke-44 Barack Obama,” kata Suharsono, saat pembukaan Potradnas VII, Sabtu.
Tidak ketinggalan, mantan pensiunan Polri berpangkat Komisaris Besar tersebut juga mempromosikan sejumlah kuliner khas Bantul kepada para peserta Potradnas VII, seperti sate klathak, bakmie letek, miedes, dan ingkung ayam yang merupakan menu khas tradisional Jawa. Suharsono juga berharap peserta yang hadir dari berbagai daerah itu bisa bercerita soal keindahan Bantul setelah pulang ke daerahnya masing-masing seusai pertandingan selesai.
Seperti diberitakan, Potradnas VII diikuti lebih dari seribu orang baik dari atlet, pelatih, pendamping hingga para pendukung kontingen. Total ada 24 provinsi yang mengirimkan perwakilannya untuk ikut dalam Potradnas, namun beberapa provinsi ada yang mengirim lebih dari satu kontingen. “Kalau total kontingennya ada lebih dari 30,” ucap Deputi Pembudayaan Olahraga Kemenpora, Raden Isnanta.
Potradnas, menurut dia bukan kompetisi yang jadi tujuan utama, tetapi lebih pada memasyarakatkan olahraga tradisional agar tidak punah.
Sebab olahraga tradisional saat ini mulai ditinggalkan oleh kalangan milenial. Sementara para lanjut usia juga sudah lupa dengan permainan tradisional tersebut. “Memotivasi kalau dilombakan kan ada semangat latihan. Pertandingan dan lomba supaya makin semangat lebih lincah lagi,” ujar Isnanta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
UHC Gunungkidul mencapai 98,7 persen. Masih ada 1,3 persen warga belum menjadi peserta BPJS Kesehatan.
Pemkot Jogja akan menurunkan alat berat untuk membersihkan dan menata kawasan Sungai Code sisi selatan di Sorosutan dalam dua pekan mendatang.
Sekaten Solo 2026 resmi dimulai. Simak jadwal Miyos Gangsa, Grebeg Maulud, hingga pasar malam di Alun-Alun Keraton Solo.
Jadwal KRL Solo-Jogja Senin 3 Agustus 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Simak jam keberangkatan dan tarif terbaru Rp8.000.
Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Sumenep menewaskan lima orang. Sebanyak 232 korban berhasil dievakuasi.