Asian Games 2026: Indonesia Koleksi 13 Medali, Ini Rinciannya
Update medali Asian Games 2026, Indonesia telah mengoleksi 13 medali, terdiri dari 1 perak dan 12 perunggu.
Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi (kanan) meninjau secara langsung salah satu stan di acara Gelar Potensi Pertanian 2019 di halaman Balai Kota Jogja, Minggu (27/10/2019)./Rofik Syarif G.P
Harianjogja.com, JOGJA—Pola pendekatan yang berbeda wajib diterapkan dalam mengembangkan pertanian di kawasan perkotaan, seperti halnya di Kota Jogja. Arah dari pertanian di Kota Jogja yang penting bisa untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Oleh sebab itu dibutuhkan kelompok yang besar, sehingga bisa saling tukar menukar hasil panennya,” ucap Wakil Wali Kota Heroe Poerwadi saat meninjau secara langsung di lokasi acara Gelar Potensi Pertanian 2019 yang digelar di Halaman Balai Kota Jogja, Minggu (27/10/2019).
Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja, kata dia, berupaya agar pertanian bisa menghijaukan kampung, sehingga dapat membuat nyaman dan membuat perbedaan saat hidup di kampung yang banyak dengan tumbuhan sayuran.
Menurut Heroe yang terpenting dari pertanian di Kota Jogja adalah menjadikan masyarakat semakin guyub. “Contohnya, dengan adanya Kampung Sayur dan Lorong Sayur bisa membuat masyarakat berkumpul untuk membagi tugas dalam merawat pertanian di kampungnya masing-masing,” ucap dia.
Saat ini Pemkot diakui dia tengah mendorong penyiapan landscape berupa adalah taman sayur. “Kami berharap dengan taman sayur ini dapat menjadi usaha sampingan buat para petani di kota. Kami juga berharap untuk hotel-hotel ketika ada seminar kegiatan tidak hanya menggunakan bunga, tapi sayur juga bisa,” ucap dia.
Seperti diberitakan, dalam Gelar Potensi Pertanian 2019 yang digelar sejak Jumat (25/10) hingga Minggu tersebut, selain ada pameran dari 12 stan hasil pertanian dari seluruh kecamatan di Jogja dan 11 stan dari asosiasi tanaman hias. Pada acara tersebut digelar pula kompetisi tanaman aglonema.
Anggota Asosiasi Tanaman Hias Aglonema, Aris Kusyanto mengatakan kompetisi tersebut bertujuan meningkatkan masyarakat agar dapat mencintai tanaman hias, tak terkecuali aglonema.
Dia mengatakan tahun dalam kompetisi aglonema ada dua kelas yang diperlombakan, yaitu kelas lokal dan kelas nasional. “Yang membedakan dari dua kelas ini adalah jenis tanamannya, karena untuk tanaman hias aglonema ada tiga jenis, yaitu bawah, menengah dan atas, kebanyakan untuk yang kelas lokal tanaman yang diperlombakan jenis menengah ke bawah.
Dalam kompetisi itu, kata dia, ada beberapa juri yang sengaja didatangkan dari beberapa daerah, seperti Jakarta, Malang dan Jogja. Dengan kategori yang menjadi penilaian adalah kesehatan tanaman, kerapian tanaman dan pot yang digunakan bisa menjadi nilai tambah dalam kompetisi Aglonema.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Update medali Asian Games 2026, Indonesia telah mengoleksi 13 medali, terdiri dari 1 perak dan 12 perunggu.
Basarnas mengerahkan seluruh unsur SAR di Kalteng mencari 64 korban KM Virgo Transport 8. Sebanyak 179 orang telah ditemukan.
Jadwal SIM Keliling Jogja Selasa 29 September 2026 tersedia di sejumlah lokasi. Cek jam layanan, syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 29 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan tiap stasiun dan tarif KRL Rp8.000.
Pemilih lintas domisili diminta diatur dalam revisi UU Pemilu, termasuk soal representasi politik bagi warga yang mencoblos jauh dari daerah asal.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengingatkan 87 calon lurah untuk menghindari politik uang menjelang Pilur 2026.