Satgas Dorong Inovasi Pembiayaan untuk Perkuat Konservasi Taman Nasion
Jakarta, 5 Agustus 2026 — Satuan Tugas (Satgas) Inovasi Pembiayaan Taman Nasional dan Konservasi Spesies Ikonik menggelar dialog bersama para pemimpin redaksi
Ilustrasi uang. /Bisnis- Dwi Prasetya
Harianjogja.com, BANTUL-- Sebanyak 21 desa di Bantul belum bisa mencairkan dana desa tahap tiga yang nilainya mencapai sekitar Rp10 miliar. Desa-desa tersebut tidak bisa mencairkan dana desa tahap tiga karena serapan anggaran dana desa tahap satu dan dua masih rendah atau belum mencapai 70%. Pemerintah Kabupaten memita ke-21 desa tersebut segera mempercepat serapan anggaran.
Kepala Bagian Administrasi Pemerintahan Desa, Sekretariat Daerah Bantul, Kurniantoro mengatakan dana desa tahap tiga seharusnya sudah ditransfer ke rekening desa pada Juli lalu. Sementara tahap I Januari dan tahap II Maret. Namun hingga menjelang akhir tahun ini dari 75 desa masih ada 21 desa belum bisa mendapat transferan karena serapan anggaran masih rendah.
“Syarat pencairan dana desa tahap ketiga ada ketentuannya, realisasi tahap satu dan dua minimal 50 persen outputnya atau realisasi fisiknya dan 70 persen realisasi keuangannya. Ada 21 desa ini belum memenuhi syarat minimal untuk ditransfer,” kata Kurniantoro, di kantornya Rabu (30/10/2019) siang.
Pihaknya tidak diam saja namun sudah berupaya untuk mempercepat serapan dana desa di 21 desa dengan menyurati kepala desa, memanggil pemerintah desa, bahkan sampai mendatangi langsung desanya. Tim menanyakan langsung berbagai persoalan rendahnya serapan anggaran
Dari hasil penelusuran, kata dia, terdapat desa yang sudah melaksanakan kegiatan fisik lebih dari 50%, namun laporannya di Aplikasi Online Monitoring Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (OM-SPAN) belum diperbaharui, “Ada yang pekerjaan fisiknya sebenarnya sudah selesai tapi belum dibayar,” kata Kurniantoro.
Kurniantoro tidak menyebut 21 desa yang serapan anggaran dan kegiatannya masih rendah tersebut karena dikhawatirkan ada yang sudah memenuhi target namun laporannya belum diperbaharui di OM-SPAN.
Kepala Sub Bagian Keuangan Bagian Administrasi Desa, Sekretariat Daerah Bantul, Suprianta menambahkan dana desa tahun ini terbesar adalah Desa Selopamioro sebesar Rp2,2 miliar dan terkecil Desa Imogiri Rp903 juta.
Besar kecilnya dana desa, kata Suprianta, terdapat sejumlah indikator yang mempengaruhi, di antaranya jumlah penduduk keseluruhan, jumlah penduduk miskin, indek desa membangun (IDM) atau ketahanan sosial dan ketahanan ekonomi. “Tahun depan 2020 transferan dana desa tertinggi masih Desa Selopamioro dan terkecil masih Desa Imogiri,” kata dia.
Sementara total keseluruhan transferan dana desa untuk 75 desa di Bantul tahun ini sebesar Rp98,3 miliar. Suprianta mengatakan 2020 mendatang ada kenaikan transferan dana desa menjadi Rp106 miliar. Selain itu, tahun depan rencananya ada indikator penggunaan dana desa sehingga bagi desa yang serapan anggarannya tinggi akan mendapat penghargaan berupa tambahan transferan, sebaliknya bagi desa yang serapan anggarannya rendah bakal dikurangi dana desanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jakarta, 5 Agustus 2026 — Satuan Tugas (Satgas) Inovasi Pembiayaan Taman Nasional dan Konservasi Spesies Ikonik menggelar dialog bersama para pemimpin redaksi
Jadwal KA Bandara YIA Sabtu 24 Oktober 2026 tersedia untuk layanan reguler dan Xpress. Simak waktu keberangkatan dan kedatangannya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 24 Oktober 2026 dari Palur tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkap di setiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 24 Oktober 2026 tersedia dalam 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif tiket Rp8.000.
Pemda DIY berencana membuka Konsulat Kehormatan Meksiko di Royal Ambarrukmo untuk memperkuat kerja sama pendidikan, seni, dan budaya.
Dua tahun Prabowo-Gibran, pariwisata Indonesia makin merata. Kunjungan wisatawan tumbuh di Danau Toba, Manado-Likupang, dan desa wisata.