Pabrik Hidrogen Hijau Pertama Pertamina Siap Beroperasi Tahun Ini
Pertamina menargetkan pabrik hidrogen hijau pertama di PLTP Ulubelu, Lampung, mulai beroperasi pada November 2026.
Gatot Saptadi/Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, SLEMAN-- Mantan Sekda DIY Gatot Saptadi batal nyabup di Sleman.
Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyebutkan mantan Sekda Provinsi DIY Gatot Saptadi menarik diri atau mundur dari pendaftaran bakal calon bupati pada Pilkada Sleman 2020 melalui partai berlambang banteng moncong putih tersebut.
"Benar Gatot Saptadi mundur dari pendaftaran bakal cabup Sleman. Dua minggu lalu yang bersangkutan menghubungi saya," kata Ketua DPC PDIP Kabupaten Sleman Koeswanto di Sleman, Jumat (1/11/2019).
PDIP Sleman sebelumnya telah mengusulkan tujuh nama ke DPP PDIP. Dua nama untuk bakal calon bupati dan lima nama untuk bakal calon wakil bupati.
Dua bakal calon bupati dari eksternal partai yang berasal dari kalangan birokrat. Salah satunya berasal dari lingkungan Pemkab Sleman, sedangkan calon yang lain dulunya merupakan mantan pejabat di Pemprov DIY.
Koeswanto tidak membeberkan alasan mundurnya Gatot Saptadi dari bursa bakal calon bupati.
"Mundurnya Gatot tidak jadi masalah. Hanya waktu itu bilang, mohon maaf saya mundur," katanya.
Kondisi saat ini menjadi angin segar bagi salah satu bakal calon bupati yang juga maju lewat PDIP, karena menjadi satu-satunya yang diajukan ke DPP PDIP.
"Namun kami belum bisa memastikan apakah calon tersebut mendapat rekomendasi dari DPP atau tidak. SK belum turun dari DPP, saya tidak mau mendahului," katanya.
Saat ditanya identitas bakal calon bupati yang tersisa, Koeswanto masih belum bersedia menyebutkan namanya.
Koeswanto juga belum bisa memastikan pengumuman resmi mengenai bakal calon bupati dan wakil bupati yang akan diusung oleh PDIP Sleman.
"Pengumuman tergantung DPP tapi kemungkinan belum dalam waktu dekat ini," katanya.
Sedangkan Gatot Saptadi saat dikonfirmasi terkait pengunduran dirinya dari PDIP memilih untuk tidak banyak berkomentar.
"Ini merupakan bagian dari penjaringan tiap-tiap partai. Lebih baik konfirmasi ke partai saja. Yang mengikuti dinamikanya kan partai. Saya kan bukan orang partai. Kalau seperti itu menurut saya ada proses penjaringan, tanya aja ke partai," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pertamina menargetkan pabrik hidrogen hijau pertama di PLTP Ulubelu, Lampung, mulai beroperasi pada November 2026.
Kepala BPIP Yudian Wahyudi meminta perguruan tinggi mengintegrasikan sains, agama, dan Pancasila untuk mencetak SDM unggul.
Kredivo menghentikan sementara penagihan dan menonaktifkan debt collector usai dugaan pelanggaran penagihan di Purworejo.
Film dokumenter Jalan Pulih terkurasi di Djourno Fest 2026. Karya ini mengangkat perjuangan perempuan dengan disabilitas psikososial dan makna pemulihan.
Dewan Pendidikan DIY menyoroti dugaan ketidaksetaraan fasilitas belajar siswa non muslim di SMA Negeri dan meminta seluruh sekolah memenuhi hak belajar setara.
Destry Damayanti ditunjuk sebagai Gubernur sementara BI. LHKPN mencatat total harta kekayaannya mencapai lebih dari Rp100,236 miliar.