Underpass Kentungan Akan Dihiasi Ornamen Khas Sleman

Proyek Underpass Kentungan - Harian Jogja/Desi Suryanto
01 November 2019 18:47 WIB Sunartono Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Terowongan bawah tanah atau underpass di perempatan Kentungan, Sleman, bisa dilewati dua bulan lagi atau mulai Januari 2020.

Sama seperti Underpass Bandara Internasional Yogyakarta atau Yogyakarta International Airport (YIA) yang ornamennya mengangkat potensi kearifan lokal, hiasan bagian dalam terowongan bawah tanah Kentungan pun bertemakan lokalitas, dalam hal ini tentang Sleman. “Ada ornamennya juga, sudah kami sampaikan ke Ngarsa Dalem [Sri Sultan HB X, Gubernur DIY], beliau setuju tinggal dilaksanakan nanti,” kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jembatan Kretek 2 dan Underpass Kentungan CS Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR Muhammad Sidiq Hidayat, Jumat (1/11/2019).

“Ada makanan khas Sleman, kemudian ada semacam burung [Burung Punglor, identitas Sleman], itu sudah seniman tersendiri yang mengerjakan,” ujar dia.

Keberadaan terowongan ini menjadi harapan bagi masyarakat untuk bisa terhindar dari kemacetan. Rencananya dari Kentungan, underpass akan berlanjut ke timur hingga simpang empat Gejayan. Namun, pembangunan Underpass Gejayan belum berlanjut di 2020. Sidiq mengaku hingga jelang akhir 2019  belum ada informasi terkait perintah melanjutkan pembangunan menuju Gejayan.

“Kemungkinan 2021, tetapi enggak tahu kalau nanti misalnya tiba-tiba ada perintah untuk [membangun] di 2020, tetapi yang jelas sampai saat ini untuk yang Gejayan belum ada perintah,” katanya.

Satuan Kerja (Satker) Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memastikan pembangunan terowongan bawah tanah atau underpass di Kentungan, Sleman, berjalan sesuai perencanaan. Terowongan yang dibangun dengan duit Rp126 miliar ini diperkirakan selesai pada 31 Desember 2019 dan bisa dilewati pada awal 2020 atau sekitar dua bulan lagi.

Sidiq mengatakan, hingga awal November ini pembangunan terowongan Kentungan telah mencapai lebih dari 70%.

Kepala Dinas Perhubungan DIY Sigit Sapto Raharjo menyatakan beroperasinya Underpass Kentungan pada awal 2020 dapat mengurang kemacetan di kawasan tersebut. Lalu lintas dari arah barat menuju ke timur dan sebaliknya bisa langsung melalui terowongan.

“Kalau menghilangkan [kemacetan] sama sekali tentu sulit, paling tidak nanti jika sudah beroperasi bisa mengurangi kemacetan,” katanya.