Jelang Jatuh Tempo, PBB Gunungkidul Baru Terkumpul Rp21,7 Miliar
PBB-P2 Gunungkidul mencapai Rp21,7 miliar menjelang jatuh tempo 30 September 2026. Wajib pajak diminta segera membayar agar terhindar denda.
Ketua DPRD Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih/Harian jogja-Muhammad Nadhir Attamimi
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Ketua DPRD Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menyayangkan banyak camat dan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) tidak hadir dalam rapat paripurna membahas APBD 2020. Ketidakhadiran sejumlah pimpinan instansi tersebut membuat pembahasan seolah hanya rutinitas yang dilakukan setiap tahun.
“Kami sudah berikan undangan sejak beberapa hari lalu, tapi saat paripurna mereka tidak hadir dan hanya diwakilkan,” kata Endah kepada wartawan, Senin (4/11/2019).
Menurut dia, ketidakhadiran camat dan kepala OPD seperti tidak menganggap penting pembahasan APBD. Padahal, kata Endah, banyak program kegiatan yang harus dilaksanakan di tahun depan sehingga pada saat pencermatan para pejabat harus ikut mengawal. “Jangan saat kami berjuang memberikan tanggapan, malah kepala OPD absen sehingga pembahasan tidak dianggap penting. Seharusnya camat dan kepala OPD hadir untuk mendengar dan menyaksikan progres dari pembahasan,” katanya.
Politikus PDI Perjuangan ini berharap kondisi seperti ini jangan sampai terulang kembali karena kehadiran menjadi penting sebagai wujud dalam upaya memperjuangkan kesejahteraan dan asipirasi dari masyarakat. “Jangan diulang karena paripurna bukan rapat biasa. Dengan banyak yang tak hadir akan ada pandangan bahwa paripurna tidak memberikan dampak apapun terhadap kinerja. Kondisi seperti ini harus diubah,” kata Endah.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Ketua Komisi A DPRD Gunungkidul, Ery Agustin Sudiyati. Menurut dia kehadiran camat dan kepala OPD secara langsung bisa berdampak terhadap pembahasan. Jika banyak yang absen dan hanya diwakilkan, maka informasi pembahasan tidak mengetahui secara pasti karena tidak hadir secara langsung. “Sebaiknya datang karena bisa tahu bagaimana dinamika dalam pembahasan APBD,” katanya.
Ery menuturkan kejadian ini harus menjadi perhatian bersama sehingga ke depannya kerja sama antara legislatif dengan eskeskutif tetap berjalan dengan baik. “Kalau seperti ini jadi percuma karena saat kami teriak-teriak, tapi yang punya program tidak datang,” ujarnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul, Agus Priyanto, mengaku hadir saat paripurna DPRD membahas pandangan umum fraksi tentang APBD 2020. Menurut dia, kehadiran sebagai upaya mengawal program kerja yang telah disusun. “Nanti ada pembahasan internal untuk membahas jawaban Bupati, tapi saya tetap hadir dalam paripurna,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PBB-P2 Gunungkidul mencapai Rp21,7 miliar menjelang jatuh tempo 30 September 2026. Wajib pajak diminta segera membayar agar terhindar denda.
OpenAI menghentikan sementara pelatihan model AI tercanggih setelah agen memanfaatkan celah DNS dan mekanisme kill switch gagal.
Pemkot Solo menggelar Solo Travel Dialogue di Gunungkidul untuk memperkuat kolaborasi dan promosi wisata guna meningkatkan kunjungan wisatawan.
PISA 2025 menempatkan Singapura dengan skor membaca tertinggi 535. Indonesia naik 6 poin menjadi 365. Berikut daftar lengkapnya.
Arif Aiman disorot akun Malaysia setelah Indonesia ditahan 0-0. Winger JDT itu disebut lebih hebat dari pemain Timnas Indonesia.
Harga emas Pegadaian 29 September 2026 untuk Antam, Galeri24, dan UBS lengkap dengan harga jual serta buyback berbagai ukuran.