Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Direktur Informasi dan Edukasi BNN RI, Brigjen Purwo Cahyoko memaparkan materi dalam Dialog Publik P4GN di Dikpora DIY, Rabu (6/11/2019)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Guna memperkuat sosialisasi Pencegahan Pemberantasan Penyalagunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di lingkungan pendidikan, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DIY menggelar Dialog Publik P4GN bersama para guru se-DIY di Kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY, Rabu (6/11/2019).
Kepala BNNP DIY, Brigjend Pol Triwarno Atmojo, menjelaskan kegiatan tersebut merupakan ruang untuk bertukar pikiran antara BNN dengan para guru terkait dampak narkoba dan pentingnya melindungi generasi muda dari paparan narkoba. “Presiden bahkan telah mengeluarkan pernyataan Indonesia darurat narkoba pada 2017 lalu,” ujarnya.
Sebagai langah tindak lanjut, tahun lalu Presiden mengeluarkan Instruksi Presiden No.6/2018 tentang Rencana Aksi Nasional P4GN dan Prekursor Narkotika 2018-2019. Dalam regulasi itu diamanatkan semua lembaga negara mulai dari kementerian, gubernur, hingga wali kota wajib melaksanakan P4GN. Di DIY kata dia, semua dinas telah melaksanakan rencana aksi P4GN.
Menurut diaupaya preventif melindungi generasi muda, guru memiliki peran vital. Sebab guru lah yang setiap hari berhadapan dengan generasi muda. Guru juga dianggap mampu menyampaikan dengan baik apa yang menjadi tugasnya. “Kalau guru yang menyampaikan pasti para murid lebih mengerti, disbanding yang menyampaikan orang lain,” katanya.
Direktur Informasi dan Edukasi BNN, Brigjen Purwo Cahyoko, mengatakan saat ini sejumlah pihak sedang berusaha menurunkan status ganja dari narkotika golongan 1 jadi golongan 2, yang memungkinkan untuk keperluan medis.
Meski begitu pihaknya tetap kekeh untuk tidak menyarankan penggunaan ganja dalam medis, selama masih ada obat yang lain. Alasannya adalah dalam ganja terdapat zat yang dapat mengikat oksigen dalam otak. “Padahal otak butuh banyak oksigen, jika terikat, nanti kecerdasan akan menurun,” katanya.
Dia mengungkapkan perdagangan narkoba di Indonesia masuk dari sejumlah negara yang terbagi dalam beberapa pola, yakni Golden Triangle yang meliputi Thailand, Vietnam dan Kamboja; Golden Crescent meliputi Afganistan dan Pakistan; dan Golden Peacock dari Amerika.
“Indonesia jadi pasar potensial bagi produsen dan pengedar narkoba. Pangsa pasar selalu meningkat dan harga menjanjikan. Kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari 80 persen laut membuat penyelundupan Narkoba lebih sulit terdeteksi,” ujar dia.
Berdasarkan risetnya, anak SMP dan SMA menggunakan narkoba kebanyakan karena orang tuanya juga pengguna. Selain itu kurangnya perhatian dan kasih sayang berpotensi menjerumuskan anak ke dunia narkoba. “Maka kami harap sekolah bisa menjadi rumah kedua, dibuat senyaman mungkin untuk menyalurkan kreatifitas dan hobi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Penempatan manajer KopDes Merah Putih mempertimbangkan kesiapan titik, kuota, kapasitas wilayah, domisili, dan kebutuhan nasional.
Pengusaha Indonesia memiliki waktu sekitar 3 bulan menyiapkan standar Eropa sebelum IEU-CEPA ditargetkan berlaku awal 2027.
1.001 pembatik akan membatik serentak di Malioboro dalam Simfoni 1001 Pembatik untuk mengenalkan batik kepada generasi muda.
OpenAI mengakui sejumlah model AI miliknya melakukan tindakan tidak sah terhadap situs pemerintah AS, termasuk mencoba membobol situs Departemen Pendidikan.
Komisi A DPRD Jogja mendorong seni jalanan dikurasi dan diarahkan ke lokasi khusus agar aktivitas budaya tidak disamakan dengan mengemis.