Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Aktivitas Puskesmas Gedongtengen, beberapa waktu lalu/Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA-- Puskesmas Gedongtengen, Kota Jogja menjadi salah saru pionir layanan kesehatan yang memperlakukan semua pasiennya dengan setara, termasuk Orang dengan HIV AIDS (ODHA). Sejak 2016 lalu, Puskesmas Gedongtengen menerapkan Pelayanan Ramah ODHA (Peradha).
Kepala Puskesmas Gedongtengen, Tri Kusumo Bawono, menjelaskan gagasan terbentuknya Peradha dilatarbelakangi oleh masih banyaknya diskriminasi yang dialami ODHA saat mengakses layanan kesehatan. "Stigma masih ada, seperti kalau orang Sarkem itu pasti HIV, sehingga tidak dilayani dengan baik, padahal tidak semua positif," ujarnya.
Ia melihat Puskesmas selama ini kebanyakan sebatas menerapkan ramah lansia dan ramah remaja. Maka ia pun berinisiatif untuk membuat Puskesmas Ramah ODHA. Proses itu dimulai sejak 2011 dan resmi dijalankan ketika puskesmas mulai diberi kewenangan memberi obat antiretroviral, obat khusus ODHA, pada 2016.
"Tujuannya pertama untuk mendekatkan layanan yang lebih manusiawi dan welcome kepada ODHA, kedua mempermudah akses pelayanan, dan ketiga memberi jalur tanpa antre," kata dia.
Jalur tanpa antre kata dia diperlukan ODHA karena kebanyakan mereka memiliki penyakit menular seperti TBC dan lainnya. Meski HIV-nya tidak akan menular, tapi penyakit sampingnannya itu yang mudah menular.
Saat ini sudah terdapat tiga puskesmas yang diberi kewenangan memberi obat antiretroviral, yakni Gedongtengen, Umbulharjo 1 dan Tegalrejo. Adapun pasien ODHA di Puskesmas Gedongtengen sekarang sekitar 322. Junlah ini merulakan peningkatan, dari yang pada 2016 hanya 59 pasoen dan 2017 sebanyak 261 pasien.
Untuk memasifkan Perada, ia tidak hanya pasif menunggu pasien ODHA datang ke puslesmas, tapi juga rutin memonitor beberapa tempat yang dianggap sebagai sumber HIV/AIDS. Beberapa kegiatan lain juga dilakukan seperti family gathering, kunjungan rumah, pendampingan pasien ODHA yang terjerat hukum dan pendampingan di rumah tahanan.
Puskesmas tidak bekerja sendiri, maka ia pun membangun kerja sama dengan beberapa pihak di antaranya Camat Gedongtengen, Kalolsek Gedongtengen, Danramil Gedongtengen, Lurah Sosromenduran dan Pringgokusuman serta sejumlah LSM.
Atas inovasi Peradha ini, Tri Kusumo Bawono pun diganjar Penghargaan Tenaga Kesehatan Puskesmas Teladan kategori Dokter terbaik tingkat DIY, yang diberikan langsung oleh Presiden RI, Joko Widodo pada Kamis (14/11/2019) mendatang.
Kasi Pengembangan Kapasitas Kesehatan Dinas kesehatan Kota Jogja, Murtiari, menuturkan dari DIY terpilih lima kategori tenaga kesehatan untuk mendapat penghargaan ini, meliputi dokter, bidan, perawat, tenaga teknis kefarmasian, dan ahli teknologi laboratorium. "Empat yang lain dari Kulonprogo dan Bantul," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Investasi langsung perusahaan Jerman di AS anjlok hampir dua pertiga secara tahunan menjadi hanya €4,3 miliar di semester I 2026—level terendah sejak 2023. Kebi
Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum bagi industri keuangan di DIY untuk memperkuat peran sektor jasa keuangan dalam mewujudkan
Indonesia bukan satu-satunya negara yang merdeka di bulan Agustus. India (15/8), Malaysia (31/8), Korea (15/8), hingga Ukraina (24/8) juga rayakan kemerdekaan d
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melepas keberangkatan 16 personel gabungan dan ribuan paket bantuan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Provinsi NTT
Kolonel Inf Priyo Handoyo terpilih menjadi Komandan Upacara HUT ke-81 RI di Istana Merdeka. Berikut profil, perjalanan karier, dan rekam jejak perwira TNI AD te