Pilihan Lurah Gunungkidul, 11 Petahana Tersungkur
Pilur serentak Gunungkidul diikuti 91 calon dari 31 kalurahan. Sebanyak 11 lurah petahana gagal mempertahankan jabatannya.
Dokter dan pasien. - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Keterbatasan fasilitas hemodialisa di Kabupaten Gunungkidul membuat sekitar 80 pasien gagal ginjal harus menjalani perawatan rutin cuci darah ke luar daerah karena seluruh layanan di rumah sakit setempat telah penuh.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Ismono, mengatakan pelayanan kesehatan di Bumi Handayani masih perlu peningkatan, khususnya untuk penanganan pasien gagal ginjal yang membutuhkan cuci darah secara rutin.
Meski tidak menyebutkan secara rinci jumlah total penderita gagal ginjal, Ismono mengungkapkan saat ini terdapat sekitar 80 pasien yang belum terlayani hemodialisa secara rutin di fasilitas kesehatan Gunungkidul karena keterbatasan kapasitas.
“Pasien gagal ginjal harus rutin melakukan cuci darah agar kesehatannya terjaga, sementara fasilitas yang ada sudah penuh,” kata Ismono, Selasa (30/12/2025).
Keterbatasan layanan tersebut membuat puluhan pasien harus menjalani travelling hemodialisa atau mencari layanan cuci darah di luar daerah yang memiliki slot kosong.
“Mereka harus mencari layanan cuci darah di luar daerah yang kebetulan masih tersedia, bisa di Kota Jogja, Bantul, Sleman, atau daerah lain,” ujarnya.
Ismono menjelaskan, pasien gagal ginjal umumnya membutuhkan cuci darah secara rutin, rata-rata dua kali dalam sepekan. Kondisi ini menambah beban pasien dan keluarga karena harus menempuh perjalanan jauh secara berulang.
“Kalau seminggu dua kali cuci darah, ya harus terus mencari tempat yang kosong dan dilakukan secara rutin,” katanya.
Direktur RSUD Wonosari, Diyah Prasetyorini, mengakui tingginya kebutuhan layanan hemodialisa di rumah sakit milik Pemkab Gunungkidul tersebut. Hingga saat ini, daftar antrean pasien cuci darah masih mencapai sekitar 70 orang.
Menurutnya, jumlah antrean tersebut sebenarnya sudah berkurang setelah RSUD Wonosari menerapkan kebijakan pelayanan tiga shift dalam sehari.
“Kalau sebelumnya bisa sampai 100 pasien yang mengantre, sekarang berkurang menjadi sekitar 70 orang,” kata Diyah.
RSUD Wonosari saat ini memiliki 20 unit mesin hemodialisa. Dari jumlah tersebut, 19 unit dioperasikan secara penuh untuk pasien umum, sementara satu unit dikhususkan bagi pasien dengan penyakit menular.
“Pelayanan cuci darah berjalan hampir setiap hari dan hanya libur pada hari Minggu. Di hari lainnya, seluruh alat digunakan untuk melayani pasien yang sudah terdaftar,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur serentak Gunungkidul diikuti 91 calon dari 31 kalurahan. Sebanyak 11 lurah petahana gagal mempertahankan jabatannya.
Empat EWS tsunami di pantai Gunungkidul mengalami kerusakan. BPBD menyiapkan Rp165 juta dan perbaikan dimulai Oktober 2026.
Bupati Gowa Sitti Husniah menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka dugaan korupsi pemerasan dan TPPU senilai Rp1,1 miliar.
BPS mencatat inflasi Indonesia September 2026 sebesar 0,3% secara bulanan dan 3,28% secara tahunan, dengan cabai jadi pemicu utama.
BPJS Kesehatan mengeluarkan lebih dari Rp100 triliun untuk 172,3 juta kasus penyakit jantung sepanjang 2015-2025.
Pengguna iPhone 18 Pro dan Pro Max mengeluhkan speaker berbunyi kresek, klik, dan letupan. Penyebabnya belum diketahui.