Kepala BGN Jawab Desakan Hentikan MBG, Fokus Benahi Tata Kelola
Kepala BGN Sudaryono menegaskan Program Makan Bergizi Gratis tidak dapat dihentikan oleh BGN karena merupakan program Presiden Prabowo Subianto.
Penari jatilan tampil di sela-sela Deklarasi Gerakan Ekowisata di Gunung Mungker yang digelar di Gunung Mungker, Desa Terong, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul (17/11/2019)./Istimewa-Dinas Pariwisata DIY
Harianjogja.com, BANTUL—Sebagai salah satu ekowisata yang relatif baru di Kabupaten Bantul, Gunung Mungker yang berada di Dusun Pecit dan Dusun Sendangsari, Desa Terong, Kecamatan Dlingo, Bantul, terus dipromosikan. Salah satunya melalui kegiatan gelar atraksi budaya yang diselenggarakan oleh kelompok sadar wisata (pokdarwis) setempat atas dukungan dari Dinas Pariwisata (Dispar) DIY, Minggu (16/11).
Wakil Ketua Panitia Wisdha Sarjana mengatakan tujuan dari acara bertajuk Deklarasi Gerakan Ekowisata di Gunung Mungker tersebut adalah untuk memperkenalkan Gunung Mungker sebagai kawasan wisata berbasis budaya. Pasalnya hingga kini, budaya yang berlaku di masyarakat senantiasa dijaga dan dilestarikan.
Selain itu, kami juga ingin mengangkat pariwisata dan kuliner lokal agar perekonomian para pelaku usaha di Gunung Mungker bisa meningkat. Apalagi hal itu sejalan dengan progam Pemerintah Desa Terong,” katanya kepada Harian Jogja, Minggu.
Tak hanya itu, dengan slogan Terong Bangkit, dia berharap masyarakat bersama-sama mengelola ekowisata Gunung Mungker secara maksimal. “Tentu saja, salah satunya adalah dengan lebih mencintai seni budaya yang selama ini sudah ada,” ucap dia.
Dalam acara Deklarasi Gerakan Ekowisata di Gunung Mungker, tambah dia, ditampilkan sejumlah acara seni dan budaya, di antaranya adalah musik campursari, cokekan, dan jatilan.
Kepala Bidang Destinasi Wisata Dispar DIY, Aria Nugrahadi berharap kegiatan seperti yang digelar oleh Pokdarwis Gunung Mungker tersebut bisa jadi teladan bagi seluruh pokdarwis yang ada di DIY. Selain efektif sebagai ajang promosi, acara tersebut, diakui dia juga bisa menggugah daya tarik pengunjung untuk datang ke sebuah destinasi wisata.
“Kami selalu mendukung acara-acara seperti ini karena dampakna sangat positif dan besar juga terhadap angka kunjungan wisata. Selain bisa menjadi media promosi acara seperti ini juga mampu mensejahterahkan ekonomi pelaku usaha di sini [Gunung Mungker] dan mampu menyadarkan warga betapa beruntungnya tinggal di daerah wisata,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kepala BGN Sudaryono menegaskan Program Makan Bergizi Gratis tidak dapat dihentikan oleh BGN karena merupakan program Presiden Prabowo Subianto.
Jadwal KRL Solo-Jogja Selasa 28 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Cek 12 jadwal perjalanan dan tarif tetap Rp8.000.
Kemkomdigi meminta publik melihat utuh pernyataan Presiden Prabowo soal "londo ireng" dan menegaskan tidak ditujukan kepada profesi atau kelompok tertentu.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 28 Juli 2026 tersedia dengan 15 perjalanan. Tarif tetap Rp8.000 dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur.
Megawati Soekarnoputri meresmikan Monumen Peristiwa Kudatuli di Kantor DPP PDIP dan mengajak generasi muda tidak melupakan sejarah perjuangan bangsa.
Polres Bantul menyita 307 botol miras berbagai merek dari 14 lokasi dalam operasi KRYD untuk menekan peredaran minuman keras ilegal.