Astra Motor Jombor Dukung Insan Pers lewat Servis Motor Gratis
Astra Motor Jombor gelar servis gratis untuk wartawan Harian Jogja dalam rangka Hari Pers Nasional 2026.
Para pencari kartu kuning saat mengantre di Disnakertrans Bantul, Senin (18/11/2019)./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL- Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Bantul memastikan dalam penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Bantul tidak mensyaratkan keharusan melampirkan kartu kuning atau kartu pencari kerja yang sering disebut AK-1. Namun pemohon kartu kuning untuk syarat mendaftar CPNS di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Bantul tetap membludak.
Kepala Disnakertrans Bantul, Sulistiyanto mengatakan dalam sehari pemohon kartu kuning biasanya hanya 10 orang atau maksimal sampai 20 orang. Namun sejak Jumat pekan lalu terjadi peningkatan berkali lipat, sehingga pihaknya terpaksa membuat tenda darurat utuk para pemohon yang tidak tertampung di ruang tunggu.
“Kami sediakan tenda dan air mineral gratis supaya mereka [para pemohon kartu kuning] nyaman saat antre,” kata Sulistiyanto, Senin (18/11/2019). Selain menyediakan tenda, pihaknya juga memaksimalkan petugas pelayanan kartu kuning dari yang biasanya hanya dua orang dalam sehari menajdi enam orang.
Tercatat pemohon kartu kuning pada Senin (18/11/2019) sebanyak 183 orang sampai pukul 15.30 WIB, sementara pada Kamis dan Jumat lalu mencapai 160 orang pencari kartu kuning. Sulistiyanto mengatakan sebagian besar pemohon kartu kuning adalah untuk kepentingan CPNS.
Proses penerbitan kartu kuning diklaim Sulistiyanto juga cepat, hanya membutuhkan lebih kurang 2-3 menit jika syarat yang diperlukan lengkap. “Kalau terjadi antrean itu karena memang saking banyaknya pemohon, kalau prosesnya cepat dan gratis tidak dipungut biaya,” ujar Sulistiyanto.
Mantan Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Industri Bantul ini mendapat informasi memang dalam aplikasi pendaftaran CPNS di Bantul tidak mensyaratkan kartu kuning. Namun beberapa daerah lain termasuk kementerian tetap mensyaratkan adanya lampiran kartu kuning dalam aplikasi CPNS.
“Walaupun di Bantul tidak mensyaratkan kan warga Bantul banyak yang mendaftar CPNS di daerah lain dan di kementerian,” ujar Sulistiyanto.
Ia berharap pendaftar ini tetap tercatat sebagai bagian dari pencari kerja. Adapun syarat pengurusan kartu kuning adalah menyerahkan fotokopi kartu tanda penduduk (KTP), fotokopi ijazah terakhir, dan foto berwarna dua lembar, serta pengalaman kerja (jika ada).
Sementara itu Kepala Sub Bidang Formasi dan Pengadaan Pegawai BKPP Bantul, Jazari Hisyam memastikan tidak ada syarat harus melampirkan kartu kuning dalam pendaftaran CPNS. “Tidak ada,” kata dia, melalui pesan singkat selular. Ia mengaku tidak mengetahui jika di daerah lain mensyaratkan adanya kartu kuning dalam CPNS.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Astra Motor Jombor gelar servis gratis untuk wartawan Harian Jogja dalam rangka Hari Pers Nasional 2026.
Trump dikabarkan mempertimbangkan serangan baru ke Iran di tengah negosiasi diplomatik dan meningkatnya ketegangan Timur Tengah.
Prabowo menyebut Indonesia telah mencapai swasembada pangan di tengah gejolak global saat menghadiri panen raya udang di Kebumen.
Mini Museum PSS Sleman hadir di Stadion Maguwoharjo, menyajikan perjalanan 50 tahun Super Elja lewat koleksi bersejarah.
Kecelakaan bus dan truk di Tol Cipali Cirebon menyebabkan satu penumpang tewas dan dua lainnya luka-luka pada Sabtu dini hari.
Pertamina memastikan isu larangan Pertalite untuk merek kendaraan tertentu mulai 1 Juni 2026 adalah hoaks dan tidak benar.