Semarak Milad Muhammadiyah ke-113, Aisyiyah Trirenggo Gelar Gowes
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Salah satu rumah di Bantul yang tertimpa pohon tumbang akibat angin kencang, Senin (18/11/2019)./Istimewa-BPBD Bantul
Harianjogja.com, BANTUL—Sebanyak puluhan rumah dan jaringan listrik di tiga kecamatan yang ada di Bantul rusak akibat diterjang angin kencang, Senin (18/11/2019). Ketiga kecamatan yang terdampak angin kencang itu masing-masing adalah Kecamatan Piyungan, Banguntapan, dan Pleret.
Kepala BPBD Bantul, Dwi Daryanto mengimbau kepada masyarakat untuk mewasdapai adanya potensi angin kencang selama masa pancaroba dan awal musim hujan beberapa hari ke depan.
Selama kejadian angin kencang yang terjadi pada Senin, tercatat ada 21 rumah di tiga kecamatan rusak. Selain itu angin kencang juga merusak dua warung milik warga dan tiang listrik ambruk sehingga menutup jalan. “Sebagian rumah yang rusak di bagian atap karena tertimpa pohon tumbang. Bahkan ada yang terbawa angin,” kata Dwi, Selasa (19/11/2019).
Sebagian rumah yang rusak, imbuh Dwi, sudah sudah diperbaiki oleh pemiliknya, dibantu oleh warga sekitar dan sukarelawan kebencanaan. Tak hanya itu, BPBD Bantul juga sudah mengirimkan bantuan peralatan dan konsumsi selama proses kerja bakti perbaikan pascaangin kencang. Sementara untuk rumah yang rusak berat, BPBD akan berupaya membantu material bangunan. “Namun berapa jumlahnya, kami masih mendata jenis kerusakannya,” ucap Dwi.
Lebih lanjut Dwi mengatakan potensi angin kencang berpotensi terjadi di semua wilayah di Bumi Projotamansari. Adapun soal intensitans, dia mengaku kawasan perbukitan menjadi wilayah paling potensial dilanda angin kencang. “Karena Bantul ini kan secara geografis berbentuk cerukan seperti mangkuk, jadi angin kencang potensi terjadi di semua wilayah Bantul,” kata dia.
Sejak awal dia sudah mewanti-wanti soal potensi angin dan ancaman yang perlu diwaspadai. Dia meminta masyarakat untuk mengamati pohon-pohon besar yang ada di sekitar rumah apakah sudah lapuk atau belum, kemudian mengurangi ranting pohon yang terlalu rindang dan rawan tumbang jika tertiup angin kencang, serta tidak berteduh di bawah pohon jika terjadi hujan lebat dan angin kencang. “Jangan sampai masyarakat baru geger setelah kejadian,” ujar Dwi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Prediksi Persik vs Persija di Super League 2026, tim tamu diunggulkan meski tuan rumah dalam tren positif.
Trump minta China dan Taiwan menahan diri di tengah ketegangan. AS belum pastikan kirim senjata ke Taipei dan soroti chip Taiwan.
Seorang bayi tidak pernah memilih untuk dilahirkan. Ia tidak bersalah atas kondisi yang melatarbelakangi kehamilan.
Okupansi hotel Jogja naik hingga 70% saat long weekend. PHRI DIY ungkap tren booking mendadak dan imbau wisatawan waspada penipuan.
Serabi 2026 bantu lebih dari 1.800 UMKM perempuan memahami bisnis digital, strategi harga, dan pengembangan usaha berbasis data.