Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Wali Kota Jogja, Haryadi Suyuti (kanan) bersama Kepala Dinas Kesehatan Kota Jogja, Fita Yulia Kisworini menunjukkan Piagam Penghargaan Kota Sehat tingkat Swasti Saba Wistara./Istimewa-Pemkot Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Tahun ini Kota Jogja kembali mendapatkan Piagam Penghargaan Kota Sehat tingkat tertinggi, yakni Swasti Saba Wistara. Penghargaan itu merupakan penghargaan yang diterima Pemkot Jogja selama tujuh kali berturut-turut sejak 2007.
Wali Kota Jogja, Haryadi Suyuti, menuturkan Kota Sehat merupakan komitmen yang telah disepakati bersama antar-OPD dan masyarakat. "Tidak bisa satu OPD berjalan sendiri. Jadi saling terintegrasi dan saling mendukung," katanya, Rabu (20/11/2019).
Program Kota Sehat telah dilaksanakan di Kota Jogja sejak 2005. Saat itu Kota Jogja meraih penghargaan tingkat kedua, yakni Swasti Saba Wiserda. Setelah itu, dalam pengghargaan yang diberikan dua tahun sekali tersebut, Kota Jogja selalu menerima mendapat penghargaan tingkat pertama.
Dalam penilaian Kota Sehat, ada tujuh tatanan yang menjadi penilaian tim juri, yang masing-masing tatanan diambil dua lokasi.
Ketujuh tatanan ini meliputi sarana dan prasarana umum. Kedua, sarana lalu lintas tertib dan pelayanan transportasi; pariwisata sehat; Industri dan perkantoran sehat; ketahanan pangan dan gizi; kehidupan sosial yang sehat; serta kehidupan masyarakat yang mandiri.
Adapun lokasi yang diajukan tahun ini meliputi Pasar Ngasem dan Sanggrahan Garden, Giwangan, untuk tatanan pertama; Stasiun Tugu dan Pedestrian Malioboro untuk tatanan kedua; Ramayana Purawisata dan XT Square untuk tatanan ketiga; Asosiasi Kain Jumput On The Street Tahunan dan Polbangtan untuk tatanan keempat.
“Lalu Kampung Piala Dunia di Pringgokusuman dan Asman Toga serta Akrupesur Tompeyan untuk tatanan kelima. Si Kesi Gemes Tahunan dan Si Warga Patehan untuk tatanan keenam, dan Pik-R RW 09 Gunungketur dan Toga serta Akupresur Bon Jowi Bausasran untuk tatanan ketujuh,” ucpa Haryadi.
Untuk mendukung tercipatanya Kota Sehat, Pemkot membentuk Forum Kota Sehat yang berjenjang hingga tingkat RW, dengan keanggotaan lintas sektor. Forum ini bertugas untuk koordinasi segala hal terkait Kota Sehat. "Agar tidak sekadar penghargaan, tapi benar-benar dilaksanakan," katanya.
Dia mengungkapkan pada tahun lalu angka Kekurangan Energi Kronis di Kota Jogja sebanyak 15,1%; anemia ibu hamil 35,49%; bayi lahir stunting kurang dari 21%; dan stunting balita 12,83%. Untuk terus menekan angka ini, pihaknya menggalakkan program Germas dan Cerdik.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Jogja, Fita Yulia Kisworini mengatakan pemantauan kesehatan akan dilakukan secara terus menerus dan melibatkan lintas OPD. Pihaknya juga tengah menyiapkan indikator terkait pemantauan kesehatan selama 8.000 hari pertama kehidupan. “Dimulai dari pemantauan kesehatan ibu hamil hingga menyusui. Sehingga kondisi bayi yang dilahirkan akan dipantau seperti berat badan, panjang lahir, lingkar kepala, hingga imunisasi yang sudah diperoleh,” ucap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Jadwal DAMRI Bandara YIA Senin 17 Agustus 2026 lengkap dengan rute ke Sleman, Kota Jogja, Gamping, Condongcatur, dan tarif Rp80.000.
Jadwal KA Bandara YIA Jogja hari ini lengkap reguler dan Xpress. Cek jam berangkat agar tak ketinggalan pesawat.
Kehadiran Speling memberinya kesempatan untuk kembali berkonsultasi dengan dokter spesialis tanpa terbebani biaya.
BMKG memprediksi cuaca DIY pada 17 Agustus 2026 didominasi cerah berawan. Berikut rincian prakiraan cuaca di lima wilayah Jogja.
Kemenhut menjelaskan translokasi gajah Deo dan Sinta dari Gembira Loka Zoo Jogja ke Tabang Zoo, Kalimantan Timur.