Peneliti UPN Veteran Yogyakarta Kembangkan Model Branding Kopi Berbasis Kearifan Lokal
Peneliti UPN Veteran Yogyakarta mengembangkan model branding kopi berbasis kearifan lokal untuk memperkuat daya saing kopi Indonesia di pasar global.
Kegiatan Workshop Kesehatan Mental yang digelar pada 18-19 November lalu di Sleman-Ist/Gerkatin
Harianjogja.com, JOGJA— Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin) DIY, menggelar Workshop Kesehatan Mental bertema Marilah Kita Belajar Bersama Tuli dari Negeri Raja pada 18-19 November lalu.
Workshop ini dihelat sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Mental Health Roadshow di 11 kota di Indonesia.
Kegiatan yang dilakukan selama dua hari ini di fokuskan untuk penyandang tuli dan orang tua yang memiliki anak tuli. Tujuannya membangun kesadaran peserta tuli atau tunarungu dan orang tua yang memiliki anak tuli tentang pentingnya kesehatan mental.
Di samping itu, kegiatan ini juga bertujuan agar para peserta memahami perbedaan emosional yang mereka miliki, menambah pengetahuan atas kesehatan mental dan memiliki kemampuan untuk mengintrospeksi diri serta menjalin hubungan baik dengan lingkungan sekitarnya.
“Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai cara penanganan permasalahan mental juga membawa dampak buruk bagi masyarakat itu sendiri. Beberapa kasus yang terjadi seperti pemasungan yang dilakukan oleh keluarga merupakan contoh nyata yang terjadi dalam masyarakat kita,” kata Hafidh dari Gerkatin melalui rilis, Kamis (21/11/2019).
Hal tersebut kata dia juga berdampak pada tingginya tingkat masalah kesehatan mental seperti pengangguran dan kriminalitas. “Hal ini menjadi alasan utama dilaksanakannya acara ini,” kata dia.
Tingginya antusiasme peserta mengikuti workshop terlihat dari banyaknya peserta yang datang tidak hanya dari Jogja tetapi juga luar kota, seperti Magelang, Temanggung dan Tegal. Acara yang diikuti lebih dari 28 orang ini bertempat di Story Nomic, Ngaglik, Sleman dan diisi oleh pembicara, Herbert Klein, seorang ahli kesehatan mental dari Inggris.
Bersama Solihull Mental Health NHS Foundation Trust, sebagai penasihat tuli, Herbert Klein berkeliling mempromosikan dan mendukung penyandang tuli mengenai kesehatan mental di seluruh dunia.
“Acara yang mendapat animo besar dari masyarakat ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat secara luas sehingga terwujudnya kesejahteraan masyarakat secara luas,” katanya. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Peneliti UPN Veteran Yogyakarta mengembangkan model branding kopi berbasis kearifan lokal untuk memperkuat daya saing kopi Indonesia di pasar global.
Askab PSSI Sleman, PSS Sleman, dan Carrick Rangers FC menggagas Global Pathway untuk membuka peluang pemain muda berlatih di Eropa.
Kemendikdasmen memperkuat pendidikan Pancasila melalui deep learning, budaya sekolah, ekstrakurikuler, pembiasaan, dan pengalaman nyata siswa.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyambut positif setiap kritik, saran, and laporan masyarakat terkait pelayanan publik.
OpenAI mengutamakan keamanan dalam pengembangan AI melalui pendekatan berlapis dan melibatkan masukan masyarakat dalam evaluasi.
Sultan HB X mendorong toko dan pusat perbelanjaan di Jogja menyediakan APAR sebagai langkah awal menangani kebakaran.