Kisah Timbul Sopir Becak Jadi Korban Carut Marut Data BPS, Desil 1 Berubah Jadi 9
Desil keluarga warga Kulon Progo naik dari 1 ke 9. BPS DIY menjelaskan cara penentuan desil dan mengapa desil bukan ukuran mutlak kemiskinan.
Ilustrasi. /Antarafoto- Rahmad
Harianjogja.com, JOGJA--DIY kini mulai memasuki masa pancaroba. Cuaca ekstrem berpotensi terjadi.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta mengimbau masyarakat di daerah ini mewaspadai cuaca ekstrem memasuki pancaroba atau peralihan dari musim kemarau ke hujan.
"Pada masa pancaroba perlu diwaspadai potensi cuaca ekstrem berupa potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang," kata Kepala Kelompok Data dan Informasi Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta Etik Setyaningrum di Jogja, Kamis (21/11/2019).
Ia mengimbau masyarakat yang bertempat tinggal di bantaran sungai untuk selalu waspada bila terjadi hujan lebat yang berpotensi banjir dan longsor, khususnya di daerah-daerah yang rawan longsor.
"Bila ada petir untuk menghindari tempat-tempat yang lapang dan terbuka, jangan berteduh di bawah pohon, jangan berkendara motor di jalan dan lebih baik berteduh di bawah bangunan yang kuat," kata dia.
Pada masa peralihan musim ini, kata dia, pertumbuhan awan akan mulai meningkat. Pembentukan awan tersebut dapat pula menyebabkan rasa gerah di Yogyakarta.
"Dengan adanya awan maka radiasi panas dari Bumi ke atmosfer dapat tertahan oleh awan tersebut dan menjadikan suhu udara di bumi menjadi panas dalam bentuk gerah," kata dia.
Secara umum, kondisi terik dan gerah akan hilang ketika wilayah DIY sudah maksimal dalam memasuki musim hujan yang diperkirakan jatuh pada Desember mendatang.
Memasuki pancaroba saat ini, menurut Etik, hujan sudah mulai muncul di beberapa wilayah di DIY meski tidak merata dan masih bersifat lokal.
Menurut Etik, suatu wilayah dikatakan sudah memasuki musim hujan apabila curah hujan telah mencapai 50 milimeter (mm) lebih dalam satu dasarian (10 hari) dan kondisi itu bertahan dua dasarian berikutnya secara berturut-turut.
Menurut prakiraan BMKG, musim hujan akan datang secara bertahap di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, dimulai dari wilayah Kabupaten Kulonprogo bagian utara dan Sleman bagian barat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Desil keluarga warga Kulon Progo naik dari 1 ke 9. BPS DIY menjelaskan cara penentuan desil dan mengapa desil bukan ukuran mutlak kemiskinan.
Sri Sultan Hamengku Buwono X mempersilakan masyarakat berdemo asal tertib dan tidak merusak. Ia juga mengingatkan soal pemberitahuan ke polisi.
Suami dan anak Bupati Non-aktif Fadia Arafiq diperiksa sebagai saksi dalam sidang dugaan korupsi terkait operasional PT RNB.
Bareskrim Polri menangkap 71 orang dari aktivitas judi casino di Sukoharjo. Sebanyak 30 orang ditetapkan sebagai tersangka.
Monyet ekor panjang berkeliaran di permukiman Grojokan, Bantul selama 2 pekan. Warga resah dan BKSDA akan memasang perangkap.
Sultan menyoroti warga miskin yang desilnya naik hingga kehilangan bantuan. Pemda DIY dan BPS membahas persoalan tersebut.