Titik Temu Pendidikan Farmasi dan Kepuasan Pasien: Menakar Ulang Ukuran Keberhasilan
Pendidikan farmasi perlu mengintegrasikan pengalaman dan ulasan pasien dalam pembelajaran untuk meningkatkan empati, komunikasi apoteker, dan mutu pelayanan
Ilustrasi. /Antarafoto- Rahmad
Harianjogja.com, JOGJA--DIY kini mulai memasuki masa pancaroba. Cuaca ekstrem berpotensi terjadi.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta mengimbau masyarakat di daerah ini mewaspadai cuaca ekstrem memasuki pancaroba atau peralihan dari musim kemarau ke hujan.
"Pada masa pancaroba perlu diwaspadai potensi cuaca ekstrem berupa potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang," kata Kepala Kelompok Data dan Informasi Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta Etik Setyaningrum di Jogja, Kamis (21/11/2019).
Ia mengimbau masyarakat yang bertempat tinggal di bantaran sungai untuk selalu waspada bila terjadi hujan lebat yang berpotensi banjir dan longsor, khususnya di daerah-daerah yang rawan longsor.
"Bila ada petir untuk menghindari tempat-tempat yang lapang dan terbuka, jangan berteduh di bawah pohon, jangan berkendara motor di jalan dan lebih baik berteduh di bawah bangunan yang kuat," kata dia.
Pada masa peralihan musim ini, kata dia, pertumbuhan awan akan mulai meningkat. Pembentukan awan tersebut dapat pula menyebabkan rasa gerah di Yogyakarta.
"Dengan adanya awan maka radiasi panas dari Bumi ke atmosfer dapat tertahan oleh awan tersebut dan menjadikan suhu udara di bumi menjadi panas dalam bentuk gerah," kata dia.
Secara umum, kondisi terik dan gerah akan hilang ketika wilayah DIY sudah maksimal dalam memasuki musim hujan yang diperkirakan jatuh pada Desember mendatang.
Memasuki pancaroba saat ini, menurut Etik, hujan sudah mulai muncul di beberapa wilayah di DIY meski tidak merata dan masih bersifat lokal.
Menurut Etik, suatu wilayah dikatakan sudah memasuki musim hujan apabila curah hujan telah mencapai 50 milimeter (mm) lebih dalam satu dasarian (10 hari) dan kondisi itu bertahan dua dasarian berikutnya secara berturut-turut.
Menurut prakiraan BMKG, musim hujan akan datang secara bertahap di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, dimulai dari wilayah Kabupaten Kulonprogo bagian utara dan Sleman bagian barat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pendidikan farmasi perlu mengintegrasikan pengalaman dan ulasan pasien dalam pembelajaran untuk meningkatkan empati, komunikasi apoteker, dan mutu pelayanan
Bulog Banyumas menyalurkan 31.904,3 ton beras SPHP sepanjang 2026. Stok beras di gudang mencapai 61.000 ton untuk menjaga stabilitas harga.
Turnamen 9-Ball Rex Biliar di Sleman diikuti 64 peserta dari DIY untuk mengasah kemampuan dan mendukung regenerasi atlet menuju Porda 2027.
Kapolri mengungkap laboratorium sabu seberat 1,2 ton di Pidie, Aceh, diduga dikendalikan ahli kimia dari jaringan internasional. Sebanyak 11 orang ditangkap.
BPS melakukan ubinan palawija di Sleman untuk mengukur produktivitas jagung, kacang-kacangan, dan ubi jalar sebagai dasar penghitungan estimasi produksi pertani
Disdikpora Kulonprogo mendorong wajib belajar prasekolah satu tahun sebelum SD, dengan fokus pada pemerataan akses dan peningkatan kualitas PAUD.