Harga Cabai Rawit di Gunungkidul Naik Lagi, Tembus Rp80.000
Harga cabai rawit merah di Gunungkidul kembali naik hingga Rp80.000 per kilogram dipicu meningkatnya permintaan jelang rasulan.
Ilustrasi. /Antara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Gelaran Pilkades Serentak 2019 yang digelar di 56 desa di Gunungkidul berlangsung dengan lancar dan aman, Sabtu (23/11/2019). Berdasar hasil analisis dari Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP3AKBPMD) Gunungkidul, tingkat partisipasi pemilih mencapai 78,11%,
Di dalam pilkades tahun ini ada 163 calon yang bertarung untuk memperebutkan posisi kades di 56 desa. Total ada 40 calon yang berstatus petahana dan sisanya sebagai calon baru. Hasil dari rekapitulasi suara, hanya ada 23 petahana yang kembali terpilih. Untuk 33 desa lainnya dipimpin oleh kades baru selama enam tahun ke depan.
Kepala DP3AKBPMD Gunungkidul, Sujoko, mengatakan penyelenggaraan pilkades tahun ini berjalan dengan lancar. Persaingan untuk memperebutkan kursi kades juga berlangsung seru karena banyak kejutan-kejutan yang terjadi. “Buktinya ada belasan petahana yang gagal terpilih. Di beberapa desa juga ada kejutan karena calon yang awalnya tidak masuk perhitungan malah tampil sebagai pemenang,” katanya kepada wartawan, Sabtu.
Menurut dia dengan pelaksanaan pencoblosan secara serentak, proses tahapan selanjutnya tinggal pelantikan kades terpilih. “Tinggal menyelesaikan berkas administrasi kemudian diajukan untuk dilantik secara bersama-sama,” katanya.
Dijelaskan Sujoko, pilkades serentak di Gunungkidul terbagi dalam tiga gelombang. Gelombang pertama diselenggarakan di 2015 dan dilaksanakan di 58 desa. Gelombang kedua dilaksanakan 2018 dan diselenggarakan di 30 desa. “Tahun ini merupakan gelombang yang ketiga dan diikuti 56 desa,” katanya.
Di dalam Peraturan Daerah No.17/2017 tentang Kepala Desa, jabatan kades diatur selama enam tahun. Oleh karena itu, pilkades serentak akan kembali digelar di 2021 dengan jumlah peserta sebanyak 58 desa. “Pilkades 2021 merupakan ulangan di 2015,” ujar Sujoko.
Bupati Gunungkidul, Badingah, mengaku berterima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam kesuksesan penyelenggaraan pilkades serentak di tahun ini. “Pilkades serentak berjalan dengan aman dan lancar. Untuk kades terpilih jangan merayakan kemenangan secara berlebihan sehingga keamanan dan ketertiban tetap terjaga,” kata Badingah, Sabtu.
Dia berharap kepada kades terpilih nantinya bisa menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya untuk melaksanakan pembangunan yang lebih baik. “Mudah-mudahan bisa amanah dan membawa kemajuan yang baik bagi desa,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga cabai rawit merah di Gunungkidul kembali naik hingga Rp80.000 per kilogram dipicu meningkatnya permintaan jelang rasulan.
Akses parkir bus Abu Bakar Ali II Jogja diatur satu arah. Bus wisata wajib memutar lewat Stadion Kridosono menuju Malioboro.
Presiden Prabowo menyebut sejumlah negara kini meminta membeli beras dari Indonesia di tengah ancaman krisis pangan global.
Pendaki asal Riau patah tulang saat mendaki Gunung Rinjani. Tim TNGR dan EMHC lakukan evakuasi di jalur Pelawangan Sembalun.
DPP Gunungkidul menyiapkan strategi antisipasi gagal panen saat musim kemarau dengan percepatan tanam dan benih padi umur pendek
OJK menargetkan satu Bank Umum Syariah baru hasil spin-off terbentuk pada 2026 untuk memperkuat industri perbankan syariah nasional.