Tiga Buah Lokal Jogja Diajukan untuk Sertifikasi Varietas
“Tahun ini kita mau proses (sertifikasi) tiga tanaman lokal. Ada alpukat Surokarsan, pisang Morosebo dan pisang Gendruwo,”
Para calon lurah saat bersalaman dengan pejabat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Bantul di Gedung Induk Lantai III kompleks Pemkab Bantul, Rabu (14/9/2022)./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL — Setelah adanya ulah nakal tim sukses salah satu calon Lurah Gilangharjo, Kapanewon Pandak yang memasukkan foto calon di undangan BLT BBM beberapa waktu lalu, Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih angkat bicara.
Halim meminta kepada semua calon atau kandidat lurah dalam pemilihan lurah (Pilur) serentak pada 25 September mendatang untuk siap kalah dan siap menang. Terdapat 75 calon lurah dalam pilur serentak di 21 kalurahan tahun ini.
Halim juga meminta kepada para kandidat atau calon lurah diharapkan dapat mengendalikan basis massa pendukungnya untuk menghindari konflik yang tidak diinginkan. Setiap kompetisi tentu ada yang kalah dan ada yang menang.
“Setiap kandidat harus siap dengan realitas hasil yang ada nantinya, sehingga setelah pelaksanaan pilihan lurah selesai semuanya akan berjalan seperti semula,” kata Halim dalam acara Pembekalan dan Deklarasi Damai Calon Lurah di Gedung Induk Lantai III kompleks Pemerintahan Kabupaten Bantul, Rabu (14/9/2022).
Halim meminta calon lurah yang menang nantinya tidak jemawa. Pasalnya itu semua adalah awal dari jalannya tugas dan pengabdian yang diamanahkan dan harus dipertanggungjawabkan kelak. Dia berharap calon yang menang diharapkan bisa merangkul pihak yang kalah karena pada prinsipnya semua calon ingin membangun kalurahannya masing-masing.
BACA JUGA: Bukan Lagi Rumah Supit, Mbah Djono Kini Jadi Warung Kuliner Ndeso
Semua komponen pelaksana pemilihan lurah juga harus mampu memahami, menerjemahkan dan melaksanakan ketentuan dan aturan penyelenggaraan secara benar dan tepat sehingga menghasilkan pilur yang legitimasi.
Lebih lanjut Halim mengatakan tidak ingin setelah pilur selesai masyarakat terpolarisasi yang berkepanjangan. Budaya demokrasi seperti itu harus ditinggalkan dan menuju budaya demokrasi yang lebh modern.
“Budaya demokrasi kita harus bertransformasi menuju budaya lebih damai, tetap menjaga peseduluran [persaudaraan], persahabatan, karena kita punya budaya gotong-royong yang harus kita terapkan dalam demokrasi pilur,” katanya.
Halim optimistis pilur serentak di 21 kalurahan berjalan baik dan lebih kondusif seiring kesadaran calon lurah lebih meningkat, “Kenapa harus geger? Kenapa harus ngamuk? Kan tidak akan mengubah hasil. Damai saja, dan guyon [bercanda] saja. Ini budaya demokrasi yang harus kita lakukan,” tandas Halim.
Ketua Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Bantul, Ani Widayati juga meminta semua calon agar mengikuti ketentuan dan tata tertib dalam berkompetisi di pilur serentak 25 September mendatang, “Hindari cara-cara yang tidak elegan yang dapat merusak persatuan dan kesatuan masyarakat di tingkat kalurahan,” katanya.
Ia juga berpesan kepada semua pamong kalurahan untuk menjaga netralitas. Karena kunci utama pilur berjalan baik adalah penyelenggaranya netral dan pamong kalurahan juga netral dalam artian tidak memihak kepada salah satu calon.
Adapun isi deklarasi damai yang diucapkan ke-75 calon lurah berisi empat poin
1. Calon lurah siap menyukseskan pelaksnaan Pemilihan Lurah Serentak 2022 secara langsung, umum, bebas, rahasisa, jujur, adil, aman, damai, tertib, demokratis, dan bermartabat.
2. Siap menerima hasil Pemilihan Lurah Serentak 2022 sesuai dengan peraturan peundang-undangan yang berlaku.
3. Siap terpilih dan siap untuk tidak terpilih dalam Pemilihan Lurah Serentak 2022 melalui proses yang demokratis dan transparan.
4. Senantiasa menjaga kondusivitas selama pelaksanaan Pemilihan Lurah Serentak 2022.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
“Tahun ini kita mau proses (sertifikasi) tiga tanaman lokal. Ada alpukat Surokarsan, pisang Morosebo dan pisang Gendruwo,”
SIM keliling Bantul hari ini hadir di Halaman Kantor Kalurahan Wukirsari. Cek jadwal lengkap dan syarat perpanjangan SIM A dan C.
Bedah buku berjudul Budidaya Bawang Merah Asal Biji digelar di Padukuhan Dayakan 2, Kalurahan Kemiri, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, Rabu (20/5).
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.