Banyak Petahana Kalah dalam Pilkades Serentak di Gunungkidul

Persiapan penghitungan suara pilkades di kantor pemerintah desa Patuk, Kecamatan Patuk pada Sabtu (23/11/2019). - Harian Jogja/Rahmat Jiwandono
24 November 2019 05:17 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Proses penghitungan suara di tingkat desa dalam pemilihan kepala desa (pilkades) serentak di Gunungkidul, Sabtu (23/11/2019) rampung dilakukan. Ada banyak petahana yang kalah dari sejumlah kecamatan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP3AKBPMD) Gunungkidul Sujoko mengatakan proses penghitungan di tingkat desa sudah selesai namun masih ada pendataan kades terpilih di setiap desa.

“Ini [data kades terpilih] masihkami himpun. Tapi dilihat dari data yang ada, tingkat partisipasi pemilih di setiap desa lebih dari 70 persen," kata Sujoko.

Ada 40 kades petahana yang maju dalam pilkades serentak di 56 desa. Hasil rekapitulasi di tingkat panitia diketahui tidak semuanya berhasil terpilih kembali. Hal ini dikarenakan dari jumlah tersebut ada 17 calon petahana yang gagal. Menurut dia, dengan hasil menandakan persaingan dalam pilkades masih terbuka.

"Petahana tidak menjadi garansi [kemenangan] karena hanya ada 23 yang terpilih kembali. Sedang 17 calon petahana lainnya gagal di pilkades tahun ini," katanya.

Dia menuturkan dengan hasil ini terdapat 23 kades petahana dan 33 lainnya berstatus kades baru. Secara umum Sujoko menilai penyelenggaraan berjalan dengan baik. Di beberapa desa menampilkan pertarungan antara anak dengan ayah atau sumami dengan istri. "Hasilnya sudah ada semua dan tahapan selanjutnya menunggu pelantikan," katanya.

Calon kades petahana di Desa Pucung, Girisubo, Bambang Untoro membenarkan dirinya tidak terpilih kembali menjadi kepala desa. "Saya kalah dengan selisih 171 suara dengan kades terpilih," katanya.

Kapolres Gunungkidul Agus Setiawan memastikan pilkades serentak berjalan dengan kondusif. Selama penyelenggaraan juga tidak ada permasalahan yang dapat menganggu kemanaan dan ketertiban di masyarakat.

Sedangkan pelaksanaan di Desa Patuk panitia menyebut jauh-jauh hari sudah mengantisipasi politik uang ataupun bandar yang menjadi pilkades sebagai ajang taruhan. "Kalau ada yang main uang atau ada bandar masuk segera kami cari orangnya," kata seorang panitia pilkades Ajad Sulaiman, Sabtu.