Pilkades di Sleman Tahun Ini Bakal Terapkan E-Voting

Ilustrasi. - Solopos/Agoes Rudianto
09 Mei 2019 10:17 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Pemilihan kepala desa (pilkades) yang digelar di Kabupaten Sleman bakal menggunakan sistem e-voting. Sebanyak 35 desa akan mengikuti proses pemilihan yang dijadwalkan berlangsung bulan November mendatang.

Bupati Sleman, Sri Purnomo, mengatakan pemerintah Sleman sudah melakukan momerandum of understanding atau MoU dengan BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi).

"Tahun ini kami akan mulai menerapkan pilkades dengan cara e-voting," kata Bupati Sleman Sri Purnomo, Rabu (8/5/2019).

Sistem elektronik ini dinilai memiliki tingkat akurasi yang tinggi. Meski baru kali ini diterapkan di Sleman khususnya di DIY, Sri meyakini para pemilih tidak akan mengalami kesulitan karena proses e-voting relatif simpel.

"Kita ingin masyarakat atau para kepala desa jangan sampai ketakutan terhadap teknologi, karena pada dasarnya teknologi itu hadir untuk memudahkan," katanya.

Nilai plus lainnya adalah hasil pemilihan bisa langsung diketahui dan tidak perlu pencermatan satu per satu.

"Kami yakin mampu melaksanakannya karena semua sudah melalui kajian dan diperhitungkan. E-voting juga sudah dipraktikkan di beberapa daerah bahkan hingga kawasan pelosok dan tidak ada kendala. Jauh sebelum hari H nanti akan diadakan simulasi," ujar Sri.

Untuk mendukung pelaksanaan e-voting, seluruh perangkat peralatan akan segera disiapkan. Jika penyelenggaraannya dianggap berhasil, tidak mustahil sistem e-voting akan digunakan dalam pemilihan kepala daerah.

Terkait dengan regulasi hukum, Sri mengatakan jika perdanya sudah berjalan dan hanya tinggal tunggu penetapannya.

Kendati demikian, menjawab kekhawatiran terkait kerentanan pembajakan data, Sri menjelaskan sistem e-voting menggunakan jaringan intranet sehingga tidak mudah dibajak. Pilkades 2019 nantinya diselenggarakan di 875 TPS yang masing-masing terdapat satu bilik.