Pemutihan Denda PBB Klaten 2026, Bayar Pokok Saja hingga 31 Desember
Pemkab Klaten hapus denda PBB 2020-2025. Warga cukup bayar pokok pajak hingga 31 Desember 2026.
Ilustrasi Pilkada
Harianjogja.com, BANTUL--Siapa calon bupati yang diusung PDIP Bantul pada Pilkada 2020 mulai mengerucut.
Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Hasto Kristiyanto menyebutkan bahwa partai berlambang banteng moncong putih ini mempersiapkan calon kepala daerah yang mampu membawa perubahan bagi daerah yang akan dipimpinnya menghadapi Pemilihan Kepala Daerah 2020.
"Terkait dengan pilkada, tentu saja partai mempersiapkan dengan baik, kami tanya kepada masyarakat, menangkap daya imajinasi masyarakat terhadap pemimpinnya," kata Hasto usai menghadiri Rapat Kerja Daerah DPC PDIP Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di Balai Desa Bantul, Bantul, Minggu (24/11/2019).
Selain itu, kata dia, calon kepala daerah yang dipersiapkan partai juga sesuai kehendak masyarakat terhadap pemimpinnya. Termasuk dalam menentukan calon kepala daerah yang akan diusung pada Pilkada Kabupaten Bantul dan beberapa kabupaten lain di DIY pada Tahun 2020.
"Untuk itu kami melakukan sebuah karya kepartaian untuk mencari pemimpin yang betul-betul mampu membawa perubahan bagi Bantul, pemimpin yang tidak sekadar beretorika, tapi pemimpin yang bekerja, kami mempunyai kepala daerah yang mampu menjadi teladan," katanya.
"Karena itulah calon-calon khususnya dari Bantul akan kami gembleng secara khusus agar (kepala daerah) Bantul dapat kami rebut kembali, dan itu (pasangan calon) nanti bisa merupakan perpaduan dari eksternal maupun internal, ataupun dari internal dan eksternal," katanya.
Sementara itu, berdasarkan laporan dari pengurus DPC PDIP Bantul, hingga saat ini sudah ada beberapa nama yang mengerucut yang akan diusung partai, diantaranya Abdul Halim Muslih yang saat ini menjabat Wakil Bupati Bantul, dan Bambang Wisnu Handoyo selaku Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) DIY.
Nama-nama yang muncul tersebut, menurut Hasto sudah mendengarkan masukan dari internal partai maupun eksternal partai seperti para tokoh masyarakat, organisasi masyarakat (ormas) keagamaan besar di wilayah tersebut, bahkan juga dari Gubernur DIY Sri Sultan HB X.
"Nama nama sudah mengerucut berdasarkan laporan dari DPC PDIP, dan kami juga mendengarkan masukan dari Sri Sultan, tokoh masyarakat, tokoh NU, Muhammadiyah, kami dengarkan masukannya dengan baik termasuk aspirasi dari kader partai," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pemkab Klaten hapus denda PBB 2020-2025. Warga cukup bayar pokok pajak hingga 31 Desember 2026.
Pasar motor listrik di Jogja terus tumbuh. Indomobil eMotor menyebut Sleman menjadi pasar terbesar dengan penjualan menjanjikan.
Jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 dan perjalanan sejak pagi.
Barcelona gagal mencapai 100 poin usai kalah dari Deportivo Alaves. Hansi Flick tetap puas dengan performa pemain muda Blaugrana.
Jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Polres Kudus mengamankan lima pemuda yang membawa senjata tajam saat menggeruduk kompleks perumahan di Kecamatan Bae.