Pancuran 13 Guci Tegal Kembali Ramai Seusai Banjir
Pancuran 13 Guci mulai bangkit seusai banjir 2026 Wisatawan kembali berdatangan dan Pemkab Tegal fokus menata ulang destinasi air panas tersebut
Bank Sampah Kradenan Berseri mengadakan studi banding ke Bank Sampah Suryo Resik Mantrijeron Kota Jogja, Minggu (24/11/2019). /Ist- Dok panitia
Harianjogja.com, JOGJA-Bank Sampah Kradenan Berseri yang merupakan dampingan program pengabdian masyarakat dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pada Minggu (24/11/2019) mengadakan studi banding ke Bank Sampah Suryo Resik Mantrijeron Kota Jogja.
Tim dosen pengabdian masyarakat yang diketuai Adhianty Nurjanah dan Sakir yang merupakan dosen Fisipol UMY memandang studi banding antarbank sampah sangat penting.
Menurut dia, kegiatan studi banding ini merupakan rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat DRPM dan bagian dari proses pendampingan yang diberikan kepada Bank Sampah Kradenan Berseri di Gamping, Sleman.
“Harapannya Bank Sampah Kradenan Berseri yang merupakan dampingan UMY mendapatkan wawasan dan pengetahuan baru terutama terkait manajemen administrasi sehingga Bank Sampah Kradenan Berseri dapat menjadi bank sampah yang tertib administrasi makin banyak nasabahnya dan maju mandiri sehingga berdampak pada kesejahteraan seluruh anggotanya,” ujar Adhianty, dalam rilisnya, Senin (25/11/2019).
Dalam studi banding, sebanyak 11 pengurus inti Bank Sampah Kradenan Berseri hadir dan belajar terkait manajemen administrasi di Bank Sampah Suryo Resik.
Menurut Kaharyanto, Ketua Bank Sampah Kradenan Berseri, kegiatan studi banding ini sangat bermanfaat bagi kelompoknya. “Karena melalui Bank Sampah Suryo Resik kami bisa belajar administrasi bank sampah yang lengkap serta kegiatan tambahan bank sampah lainnya seperti simpan pinjam dan kerajinan dari sampaj yang belum ada di tempat kami,” kata dia.
Kegiatan ini mendapat respons yang bagus dari pengurus Bank Sampah Suryo Resik Mantrijerin. Karena dengan studi banding ini bisa saling tukar informasi terkait pengelolaan bank sampah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pancuran 13 Guci mulai bangkit seusai banjir 2026 Wisatawan kembali berdatangan dan Pemkab Tegal fokus menata ulang destinasi air panas tersebut
Lima WNI dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 dilaporkan ditahan Israel di perairan Siprus.
Jemaah haji asal Solo menjalani amputasi jempol kaki di Makkah akibat komplikasi diabetes saat ibadah haji 2026.
Harga minyak mentah Indonesia April 2026 melonjak menjadi 117,31 dolar AS per barel akibat konflik Timur Tengah dan Selat Hormuz.
Dewan Pers mendesak pemerintah Indonesia menempuh jalur diplomatik untuk membebaskan tiga jurnalis yang ditahan Israel.
Sri Wagiyati, pedagang asongan stadion di Jogja, menemukan keluarga baru lewat kedekatannya dengan suporter BCS, Brajamusti, dan Slemania.