Bank Sampah di Kota Jogja Ini Ternyata Kerap Dikunjungi Warga Luar DIY, Apa Menariknya?

Sejumlah hasil karya pernak-pernik yang berasal dari pengolahan sampah daur ulang, yang dilakukan oleh pengurus Bank Sampah Suryo Resik RW 13 Suryodiningratan, Rabu (6/3/2019). - Harian Jogja/Uli Febriarni.
08 Maret 2019 19:17 WIB Uli Febriarni Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Bank Sampah Suryo Resik (BSSR) RW 13, Suryodingratan, Mantrijeron, Kota Jogja dikunjungi oleh ratusan warga Desa Wangon, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Rabu (6/3/2019). Kunjungan itu bertujuan sebagai studi awal sebelum warga Desa Wangon membangun bank sampah.

Ketua BSSR RW 13 Suryodiningratan, Munjiyah menuturkan, kunjungan tersebut awalnya dikarenakan warga desa tersebut ada yang melihat laman jejaring milik BSSR. Mereka selanjutnya menghubungi BSSR, menyatakan keinginan mereka untuk mengunjungi bank sampah dan belajar banyak hal. Sejak BSSR berdiri pada 2013, bank sampah kerap mendapatkan kunjungan dari berbagai pihak.

"Mulai dari mahasiswa dan warga dari berbagai tempat," ujarnya, sebelum menyambut kedatangan warga Desa Wangon, Rabu (6/3/2019) sore.

Diinisiasi lewat adanya program pemerintah yang mengharuskan tiap RW memiliki bank sampah, BSSR yang awalnya hanya dikelola lima orang, kini sudah berkembang menjadi 150 orang nasabah. Unit usaha yang dimiliki oeh BSSR bukan hanya pengolahan sampah, melainkan sudah meluas menjadi jasa keuangan simpan pinjam, jualan pulsa, voucher listrik, jasa membayar tagihan BPJS, telepon, PLN hingga menjual sembako.

"Kami mandiri, berbekal saling dukung, semangat dan kekompakan para pengurus," ungkapnya.

Rangkaian kunjungan diisi dengan penyambutan, pemaparan dari BSSR dan sambutan dari Camat Mantrijeron serta Kades Wangon. Selain itu, ditampilkan pula yel-yel yang dimiliki oleh pengurus BSSR RW 13 Suryodiningratan.

Sejumlah warga Desa Wangon juga menyempatkan diri melihat hasil karya olahan sampah daur ulang milik bank sampah. Meskipun turun hujan deras, pengurus BSSR dan warga Desa Wangon tetap antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang ada.

Sekretaris Desa Wangon, Badri mengapresiasi sambutan yang luar biasa dari BSSR RW 13 Suryodiningratan. Walaupun kedatangan mereka sangat terlambat dari jadwal yang sudah direncanakan, namun warga Desa Wangon masih tetap mendapat kesempatan menimba ilmu di BSSR.

Kedatangan mereka ke BSSR bertujuan untuk mempelajari cara mendirikan bank sampah dan mengelolanya. Termasuk cara yang diterapkan dalam mengelola sampah di lingkungan tempat tinggal. Karena warga ingin mendirikan bank sampah.

Ia berharap, warga Desa Wangon yang ikut dalam kunjungan, bisa menyerap ilmu yang diberikan oleh pengurus BSSR, meniru dan menerapkannya setelah pulang nanti. Bahkan kalau bisa, lebih baik dari BSSR RW 13 Suryodiningratan.

"Di tempat tinggal kami masih banyak warga yang membuang sampah semaunya sendiri. Tak jarang ada genangan atau saluran air mampet di sana, akibat tumpukan sampah," katanya.