Gerakan 200 Bank Sampah Sekolah Dimulai di Jogja

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Jogja, Selasa (30/7/2019). - Antara
30 Juli 2019 17:27 WIB Newswire Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Lingkungan Hidup Kota Jogja bersama sekolah dari jenjang SD sampai SMA dan SMK di kota tersebut mendeklarasikan gerakan 200 bank sampah sekolah untuk menandai peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia.

Pemerintah Kota Jogja memiliki kebijakan strategis daerah (jaktrasda) untuk pengelolaan dan pengurangan sampah. Targetnya, pengurangan sampah bisa mencapai 30% pada 2025.

“Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan memperbanyak bank sampah di sekolah,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja Suyana dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Jogja, Selasa (30/7/2019).

Sebelumnya, setiap sekolah di Kota Jogja yang berstatus sebagai sekolah adiwiyata sudah memiliki bank sampah. Saat ini, ada 85 sekolah yang berstatus sebagai sekolah adiwiyata.

Pengelolaan bank sampah di sekolah dilakukan secara langsung oleh siswa di sekolah tersebut bekerja sama dengan bank sampah wilayah yang ada di sekitar lingkungan sekolah untuk mengambil sampah yang sudah dikumpulkan di sekolah pada waktu-waktu tertentu.

Gerakan bank sampah di sekolah tersebut mengusung slogan sampahku tanggung jawabku, pilah sampah pasti bisa.

“Kami pun menyiapkan kebijakan pengurangan sampah plastik di lingkungan Pemerintah Kota Jogja melalui surat edaran [SE]. Harapannya SE ini bisa diluncurkan secara resmi oleh kepala daerah disertai dengan penjelasan sehingga seluruh instansi mematuhinya. Jika hanya disampaikan secara tertulis, terkadang tidak dipatuhi,” katanya.

Pengurangan sampah tersebut, lanjut dia, diwujudkan dengan tidak menggunakan minuman kemasan dalam rapat-rapat dinas atau kegiatan lain yang diselenggarakan Pemerintah Kota Jogja. “Kebijakan ini juga tidak bertentangan dengan program Gandeng-Gendong pembelian makanan dari kelompok usaha di masyarakat. Kelompok usaha bisa menyediakan minuman menggunakan tempat minum besar,” katanya.

Suyana menyebut upaya pengurangan sampah perlu terus didorong karena penilaian Adipura pada tahun ini juga menyertakan kebijakan pengurangan sampah yang sudah diimplementasikan.

“Jika pengelolaan sampah di Kota Jogja bisa mencapai lebih dari 90 persen, maka kami bisa bersaing di Liga 1 Adipura. Tetapi jika pengelolaan sampah di TPA Piyungan masih dilakukan seperti sekarang, maka Jogja hanya bisa bersaing di Liga 3 Adipura,” katanya yang menyebut penilaian Adipura akan dibagi berdasarkan liga.

Selain terus meningkatkan pengurangan dan pengelolaan sampah, peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia dengan tema utama beat air polution tersebut juga menekankan pentingnya menjaga kualitas udara.

“Kualitas udara di Kota Jogja masih baik, berada di bawah ambang batas. Hanya untuk bulan-bulan tertentu saja kualitas udara menurun,” katanya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi mengatakan pengelolaan sampah yang baik menjadi salah satu upaya untuk menjaga kualitas lingkungan.

“Selain di sekolah, bank sampah juga sudah berkembang cukup baik di lingkungan masyarakat. Harapannya, Jogja pun bisa memperoleh penilaian yang baik pada Adipura tahun ini,” katanya.

Pada tahun ini, DLH Kota Jogja juga melakukan penilaian Adipura untuk kedua kalinya ke kecamatan, tetapi belum menggunakan indikator penilaian yang baru.

Dari 14 kecamatan di Kota Jogja, sebanyak 10 kecamatan memiliki nilai lebih dari 72 atau nilai minimal passing grade yang ditetapkan untuk memperoleh penghargaan. Pada tahun lalu, jumlah kecamatan dengan nilai lebih dari 72 baru ada sebanyak delapan kecamatan.

Tiga kecamatan dengan nilai tertinggi yaitu Gondomanan, Jetis, dan Tegalrejo.

“Kecamatan dan kelurahan harus terus memperbaiki kualitas lingkungan masing-masing. Tujuannya agar lingkungan menjadi lestari, nyaman dan sehat untuk masyarakat. Ruang terbuka hijau publik juga perlu terus diperbanyak agar memenuhi standar. Saat ini, keberadaan ruang terbuka hijau baru 19 persen, masih harus mengejar 11 persen lagi,” katanya.

Sumber : Antara