Kulonprogo Luncurkan Aplikasi Pengelolaan Bank Sampah, Sibaku

Wakil Bupati Kulonprogo, Sutedjo, bersama perwakilan Kemenpupera mencoba alat pencacah limbah tas kresek sebelum menjadi campuran aspal di bank sampah induk Dhuawar Sejahtera, Dusun Kroco, Desa Sendangsari, Kecamatan Pengasih, Rabu (5/9 - 2018).Harian Jogja/Uli Febriarni
27 Agustus 2019 08:37 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO--Pemerintah Kabupaten Kulonprogo telah meluncurkan aplikasi Sistem Informasi Bank Sampah Kulonprogo (Sibaku). Kehadiran aplikasi yang dikelola oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) tersebut bertujuan untuk mendukung kegiatan operasional bank sampah di Bumi Binangun.

Sibaku mulai dioperasikan sejak pertengahan Agustus 2019. Aplikasi yang bisa diakses di website DLH Kulonprogo tersebut menghubungkan antara pengelolaan bank sampah dengan nasabah sampah untuk melakukan pengumpulan sampah yang sudah dipilah-pilah.

Hasil dari pengumpulan sampah itu akan dikelola oleh sistem seperti tabungan di bank-bank pada umumnya. Sehingga saldo dari masing-masing nasabah akan berubah-ubah sesuai transaksi yang dilakukan dalam sistem ini.

Penggunaan aplikasi Sibaku akan berdampak pada beberapa hal antara lain mengubah sampah menjadi produk yang lebih berguna, membangun lingkungan yang bersih, hijau, dan sehat. "Serta bertambahnya penghasilan masyarakat," kata Kepala Seksi Pelestarian Lingkungan dan Peningkatan Kapasitas DLH Kulonprogo Rita Kusmiyati, Senin (26/8/2019).

Programmer Diskominfo Kulonprogo, Anita Angguntari, menyebut manfaat lain dengan adanya Sibaku yakni mampu memudahkan masyarakat dalam mencari segala informasi tentang bank sampah berserta keberadaannya di Kulonprogo.

Saat ini terdapat sedikitnya 72 bank sampah yang tersebar di kabupaten paling barat di DIY tersebut. Namun, tidak semua masyarakat mengetahui keberadaan bank-bank sampah itu. Sehingga dengan adanya sistem ini diharapkan bisa menjadi jawaban atas persoalan ini. "Dengan Maps yang ada di Sibaku dapat diketahui titik-titik koordinat mana saja tempat Bank Sampah berada," jelasnya.

Dalam sistem ini lanjutnya, juga disediakan katalog kerajinan yang bertujuan mempromosikan produk-produk kerajinan dari daur ulang sampah. Secara tampilan, pihaknya sudah mengatur sedemikian rupa agar Sibaku kompatibel dengan layar komputer, laptop, tablet, maupun smartphone.

Kehadiran Sibaku mendapat tanggapan positif dari sejumlah pengelola bank sampah di Kulonprogo. Siti Rokhana dari Bank Sampah Seruni, Dusun Graulan, Desa Giripeni, Kecamatan Wates misalnya. Ia bahkan optimis adanya aplikasi ini akan mempermudah masyarakat mengakses data bank sampah.

"Dengan Sibaku, kita lebih mudah mengetahui sebaran dan eksistensi Bank Sampah. Selain itu, pekerjaan menulis laporan secara manual akan berkurang karena bisa langsung dikerjakan pada aplikasi ini via komputer atau smartphone" ucapnya.

Hal senada disampaikan Direktur Bank Sampah Ngudi Resik Dusun Mejing, Desa  Banjararum, Kecamatan Kalibawang, Sunardi. Menurutnya dengan adanya aplikasi ini bisa mempermudah pengelolaan bank sampah. Hanya saja, ada kendala yang bakal menghadang dan musti diperhatikan pemerintah, yaitu soal sulitnya memperoleh sinya internet di beberapa bank sampah, utamanya di kawasan pegunungan dan pesisir. Jika kondisi ini dibiarkan, dia khawatir, penggunaan Sibaku tidak bisa optimal.

"Karena lokasi Bank Sampah tersebar se Kabupaten Kulonprogo dari wilayah pegunungan hingga pesisir dan disinyalir lokasi-lokasi tertentu masih minim sinyal atau blankspot, masalah ini semoga dapat segera diatasi oleh instansi berwenang," harapnya.