Fun Mini Soccer PKB DIY Ramaikan Peringatan Hari Santri 2026
DPW PKB DIY memperingati Hari Santri Nasional 2026 melalui fun mini soccer yang diikuti enam tim untuk mempererat kebersamaan santri dan anak muda.
Diskusi tentang Pancasila di Kantor DPD RI Perwakilan DIY, Jalan Kusumanegara, Kota Jogja, Rabu (28/11/2019) malam. /Harian Jogja-Sunartono.
Harianjogja.com, JOGJA—Program deradikalisasi yang dicanangkan Pemerintah Pusat dinilai masih sebatas gaung. Deradikalisasi harus dilakukan lebih konkret dalam mengatasi persoalan radikalisme di Tanah Air.
Anggota DPD RI Cholid Mahmud mengatakan perilaku radikal bisa terjadi di mana saja, perilaku ini merupakan pemahaman secara berlebihan sehingga justru keluar dari apa yang seharusnya diajarkan agama. Ia menegaskan orang perilaku semacam itu harus dikembalikan ke arah perilaku yang normal. Butuh banyak unsur bangsa yang terlibat untuk menghindar masyarakat dari pemahaman yang menyimpang tersebut. Salah satunya melalui deradikalisasi, meski program itu belum secara nyata terlihat.
“Karena lebih banyak gaungnya daripada konkretnya apa yang sedang dilakukan [lewat deradikalisasi], banyak pihak perdebatan tentang pemaknaan radikalisasi kan masih sangat luas. Selama ini masih simpang siur masih berdebat sebenarnya radikalisme itu alamatnya ke siapa,” terangnya dalam diskusi tentang pilar kebangsaan di Kantor DPD RI Perwakilan DIY, Rabu (28/11/2019) malam.
Ia mengatakan sebagai keprihatinan bersama, semua pihak harus berusaha untuk mengembalikan pemahaman masyarakat terhadap nilai agama masing-masing, pada jalan yang benar agar tidak menyimpang. Ia tidak mengingkari adanya beberapa orang berpemahaman yang ekstrem. Meluruskan pemahaman itu menjadi pekerjaan bersama untuk membawa umat yang lebih baik ke depan tanpa adanya konflik.
“Dalam konteks pilar kebangsaan, dasar kita bernegara merupakan kesepakatan moderat dari seluruh unsur, sejak bangsa didirikan, dari pokok kesepakatan tidak ada satu pun nilai yang ekstrim,” katanya.
Cholid mengatakan, karena pemikiran radikal bisa terjadi di mana saja, maka program pencegahan seperti deradikalisasi harus lebih nyata dengan melibatkan banyak pihak. Terutama menyadarkan pihak yang berperilaku radikal, bahwa cara berfikir demikian dengan disertai tindakan kekerasan bukan sebuah solusi.
“Seperti orang membuat bom rakitan [terduga teroris] itu sasaran siapa, target apa, kalau dilakukan dia dapat apa. Apakah bisa mengubah negara dengan itu, saya tidak tahu apakah [seperti temuan bom rakitan] itu betul [mengarah ke radikalisme], tetapi ini adalah contoh orang yang berfikir [radikal] tidak mencari solusi terhadap persoalannya, apa yang bisa diselesaikan dengan bom rakitan seperti itu?,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPW PKB DIY memperingati Hari Santri Nasional 2026 melalui fun mini soccer yang diikuti enam tim untuk mempererat kebersamaan santri dan anak muda.
Tiga atlet Aceh lolos seleksi Timnas Indonesia untuk Piala Dunia Minifootball 2026, tetapi hanya Tifatul Ulfi yang berangkat ke Turki karena keterbatasan anggar
Pertamina memperkuat pasokan dan distribusi BBM melalui penambahan stok, jam operasional, SPBU modular, dan layanan tambahan sesuai kebutuhan.
Simak 200+ inspirasi nama kucing aesthetic, lucu-imut, dan unik yang bisa dipilih berdasarkan penampilan, kepribadian, hingga kesukaan pemilik.
Berita politik sepekan mencakup rapat Prabowo soal karhutla, strategi fiskal menjaga harga BBM, sidang kabinet, KDM, dan insentif daerah 2027.
Film Peluru Senja: The Ghost and The Gun diproduksi di Bali dengan 14 set yang menggambarkan Malaysia pada 1948.