Masa Berlaku SIM Habis? Segera Perpanjang Hari Ini 29 September di MPP Manding Bantul
Jadwal SIM Keliling Bantul September 2026 lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, serta syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Sebuah bukit di Desa Girimulyo, Kecamatan Panggang, dikeruk untuk pembangunan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS), Senin (11/11/2019)./Harian Jogja-Muhammad Nadhir Attamimi
Harianjogja.com, JOGJA—Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengkaji ulang (review) desain kelok 18 sebelum dibangun pada 2020. Review dilakukan untuk menurunkan keringgian pilar bangunan serta menghemat anggaran dengan tetap memperhatikan kualitas.
Project Officer Proyek Pembangunan Jalan Baru Jerukwudel-Baran-Duwet Juniar Perkasa mengatakan persiapan untuk pembangunan kelok 18 yang berada di wilayah perbatasan Gunungkidul dan Bantul saat ini terus berjalan. Pembangunan kelok pertama di DIY ini ditargetkan bisa terlaksana pada 2020 mendatang. “Untuk target waktu [penyelesaian review desain] kami juga berharap secepatnya [selesai],” ungkapnya melalui ponselnya, Rabu (4/12/2019).
Ia menambahkan konstruki kelok tersebut menyerupai jembatan. Panjang kelok diperkirakan antara lima hingga tujuh kilometer. Review desain itu dilakukan untuk melihat kemungkinan penurunan ketinggian konstruksi penyangga, sehingga lebih menghemat biaya dengan tetap mempertahankan kualitas. Penurunan tinggi pilar juga mempertimbangkan sisi keamanan.
“Nanti konstruksi kelok itu kan berupa jembatan, kemarin [desain awal] itu sepertinya pilar-pilarnya [penyangga] masih terlalu tinggi, mau coba di-review apa bisa diturunkan grade-nya supaya dari segi keamanan konstruksi bisa lebih terjamin dan biayanya juga bisa lebih ditekan,” katanya.
Juniar mengatakan sesuai dengan perencanaan awal kebutuhan untuk pembangunan kelok 18 sekitar Rp250 miliar.
“Untuk anggaran belum bisa dipastikan karena saat ini desainnya masih di-review. Target dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat bisa dilaksanakan tahun anggaran 2020, semoga saja enggak ada hambatan,” ujarnya.
Menurutnya tidak ada kendala signifikan dalam pelaksanaan persiapan pembangunan kelok 18.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUP-ESDM DIY Bambang Sugaib menyatakan proses pembebasan lahan berjalan sesuai perencanaan. Pembebasan tanah di kawasan ini sudah dilaksanakan pada anggaran tahun 2016 dan telah selesai. Pembebasan lahan ini dilaksanakan sepanjang 5,3 kilometer.
“Kelok 18 ini nanti akan menjadi penunjang pariwisata di kawasan selatan, jalan ini menghubungkan antara Gunungkidul dengan Bantul,” ujarnya.
Kelok 18 adalah bagian dari Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS), jaringan jalan raya yang melewati Pantai Selatan Jawa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal SIM Keliling Bantul September 2026 lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, serta syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Serikat PRT dan sejumlah organisasi sipil mendesak penegakan hukum kasus dugaan keracunan MBG di Jogja dan meminta kasus diusut tuntas.
Kajian renovasi Stadion Mandala Krida masuk tahap analisis. DPRD DIY menargetkan estimasi DED tersedia untuk penganggaran 2027.
ASDP Ketapang mengoperasikan 27 kapal untuk mempercepat penguraian antrean kendaraan sepanjang 8,5 km di Pelabuhan Ketapang.
Subsidi BBM dan LPG 3 kg dalam APBN 2027 turun Rp11,4 triliun dari usulan awal menjadi Rp261,5 triliun.
Prabowo menemui Megawati di Teuku Umar untuk takziah Guruh Soekarnoputra. Keduanya juga berbincang soal bangsa dan negara.